STUDI RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH SURAKARTA
Oleh :
Danah Kismariyah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor yang melatarbelakangi relokasi pedagang kaki lima. (2) Bentuk sarana dan fasilitas yang diberikan pemerintah terhadap pedagang kaki lima. (3) Hambatan-hambatan relokasi pedagang kaki lima dan solusinya. (4) Kontribusi pedagang kaki lima Monjari dan Kadipolo tahun anggaran 2005, 2006 (sebelum relokasi) dan pedagang kaki lima Pasar Notoharjo (setelah direlokasi) tahun anggaran 2006-2008 terhadap pendapatan asli daerah Kota Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan strategi tunggal terpancang. Sumber data yang digunakan adalah informan, tempat dan peristiwa dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen. Validitas data diperoleh dengan teknik trianggulasi data dan informan review. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian dengan langkah langkah sebagai berikut : (1) tahap persiapan, (2) tahap pengumpulan data, (3) tahap analisis data, (4) tahap penyusunan laporan penelitian. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang melatarbelakangi relokasi pedagang kaki lima adalah karena jumlah pedagang kaki lima bertambah, keberadaannya merupakan problem sosial kota yang menggangu pengguna fasilitas umum, menimbulkan kemacetan lalu lintas. Kegiatan pedagang kaki lima tersebut memberikan kontribusi yang kecil dalam aktifitas ekonomi yaitu dari segi retribusi daerah. (2) Bentuk sarana dan fasilitas yang diberikan pemerintah terhadap pedagang kaki lima yaitu berupa kios, bantuan modal, saluran listrik, tempat sampah sudah diberikan kepada pedagang sedangkan pinjaman lunak dan manajemen usaha belum diberikan. (3) Hambatan dalam relokasi adalah adanya penolakan relokasi melalui demontrasi alasan lokasi tidak strategis sebesar 66 %, dan kurangnya sosialisasi Perda dan tentang tujuan, alasan, mengapa pedagang kaki lima dipindahkan ke lokasi resmi, serta berdagang secara sembunyi-sembunyi. Sedangkan yang menerima relokasi sebesar 33 %. Solusi yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hambatan demontrasi karena kurangnya sosialisasi pemerintah melakukan sosialisasi tentang Perda Pedagang Kaki Lima dan tujuan, alasan dan mengapa pedagang dipindahkan serta koalisi dengan pedagang dengan cara melibatkan pedagang dalam setiap pembuatan keputusan. Untuk mengatasi lokasi yang tidak strategis Pemerintah memasang petunjuk arah, baliho dan pengaturan trayek angkutan serta menyelenggarakan even kesenian perdagangan dan pameran. Sedangkan untuk mengatasi hambatan pedagang yang berdagang secara sembunyi-sembunyi yaitu dengan penegakan hukum terhadap pedagang yang bandel dengan cara pemberian sanksi yang tegas kepada setiap pelanggaran. (4) Retribusi pedagang kaki lima Kadipolo, Monjari dan pasar Notoharjo memberikan kontribusi yang kecil dalam membentuk pendapatan asli daerah. Diperinci sehingga terlihat pada gambarannya misal: a. Kontribusi pedagang kaki lima di Kadipolo jalan. Dr. Rajiman tahun 2005 sebesar Rp. 2.628.000 ( 0,07 %,). Sedangkan tahun 2006 sebesar Rp 9.709.000 ( 0,19%.). Dari gambaran tersebut diketahui kenaikan kontribusi di Kadipolo jalan Dr. Rajiman dari tahun 2005 ke tahun 2006 sebesar Rp. 7.081.000 atau 0,12%. b. Kontribusi pedagang kaki lima di Monumen Banjarsari tahun 2005 sebesar Rp 44.530.000 (1,2%,). Sedangkan tahun 2006 sebesar Rp 72.197.000 (1,4%.). Dari gambaran tersebut diketahui kenaikan kontribusi di Monumen Banjarsari dari tahun 2005 ke tahun 2006 sebesar Rp. 20.667.000 atau 0,2 %. c. Kontribusi pedagang kaki lima Pasar Notoharjo tahun 2006 sebesar Rp. 81.906.000 atau (0,26 %) sedangkan tahun 2007 sebesar Rp.408.792.000 (7%), sedangkan tahun 2008 sebesar Rp.519.806.000 (69 %). Dari gambaran tersebut diketahui kenaikan kontribusi Pasar Notoharjo dari tahun 2006 ke tahun 2007 sebesar Rp.326.886.000 atau sekitar 6,74 %. Sedangkan kenaikan kontribusi dari tahun 2007 ke tahun 2008 sebesar Rp. 111.014.000 atau 62 %.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.