PENGARUH PEREBUSAN TERHADAP KADAR KALIUM PADA BATANG SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA [BURM F.] NESS.)
Oleh :
TRI AGUS WIBOWO
TRI AGUS WIBOWO, G0001158, 2005. PENGARUH PEREBUSAN TERHADAP KADAR KALIUM PADA BATANG SAMBILOTO (Andrographis paniculata [Burm f.] Ness.), Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sambiloto sudah dikenal luas dikalangan masyarakat pengguna tanaman obat, pembuat jamu, dan peneliti tanaman obat. Sambiloto telah dikenal berkhasiat dan efektif untuk pengobatan untuk obat anti hipertensi, hal ini dikarenakan kandungan kaliumnya yang tinggi ataupun sebagai suplemen pengganti kalium yang hilang selama pemberian obat-obat diuretik. Perebusan batang sambiloto akan menyebabkan kalium yang dikandungnya larut dan kalium tersebut dapat diperoleh kembali dalam air hasil rebusanya yang selanjutnya oleh masyarakat banyak dikonsumsi sebagai obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perebusan terhadap kadar Kalium pada batang sambiloto. Jenis Penelitian adalah eksperimental. Subyek penelitian yang dipakai adalah batang tumbuhan sambiloto yang telah dilakukan uji determinasi di Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat (BPTO), Tawangmangu. Teknik pengambilan sampel secara acak sederhana. Pengukuran menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer. Analisa data penelitian menggunakan program SPSS 12.00 for windows. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan kadar kalium antara batang sambiloto segar (472,4375 16,0383) mg/10g, dengan batang sambiloto rebus (340,0417 13,0409) mg/10g. Dari uji statistik menggunakan uji-t, dengan p < 0,05 dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar Kalium pada batang sambiloto segar dan rebus. Kadar kalium pada batang sambiloto segar lebih besar daripada kadar kalium pada batang sambiloto rebus

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.