RANCANG BANGUN DAPUR KOWI PELEBUR ALUMUNIUM BERBAHAN BAKAR MINYAK
Oleh :
Luqman Nur Asghi
Laboratorium Pengecoran memiliki sebuah dapur peleburan logam dengan menggunakan arang kayu sebagai bahan bakar dan terdapat sebuah kowi didalam tungku peleburan tersebut yang berfungsi untuk menampung logam Alumunium yang akan dilebur. Pada prinsipnya arang kayu yang menyala kemudian diberi tiupan udara, akan menjadi bara api yang selanjutnya memanaskan kowi yang telah diisi dengan alumunium. Untuk meleburkan 10 kg Alumunium proses ini membutuhkan kurang lebih 1,5 karung arang kayu dan 2 jam waktu peleburan. Waktu dan penggunaan bahan bakar ini masih kurang efisien , oleh karena itu dibuat dapur peleburan alumunium yang lebih efektif serta efisien dalam penggunaan bahan bakar , yaitu dengan menggunakan bahan bakar minyak. Dapur peleburan ini dibuat dari tatanan bata tahan api yang dilekatkan dengan campuran semen dan pasir tahan api. Seluruh bahan tersebut dicampur dan diaduk dengan menggunakan tetes tebu dan air secukupnya. Dapur lebur mempunyai tinggi 62 cm, diameter luar 57 cm dan, diameter dalam 31 cm. Prinsip kerja dapur peleburan ini yaitu dengan mengalirkan bahan bakar yang terdapat dalam drum ke blower api. Blower ini digerakan oleh tenaga listrik. Kemudian bahan bakar dikabutkan blower dan dibakar dalam tungku. Peleburan 4 kg alumunium menggunakan bahan bakar solar diperlukan 5,8 liter (memerlukan biaya bahan bakar Rp. 26.100,00) dengan waktu peleburan 50-55 menit. Sedangkan dengan menggunakan oli bekas diperlukan 6 iter (biaya Rp. 18.000,00), dan memerlukan waktu peleburan 60-65 menit. Pembuatan dapur lebur ini menghabiskan total biaya Rp. 1.576.600,00.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.