PERANCANGAN MEDIAL ARCH SUPPORT SEPATU ORTOPEDI PENDERITA FLAT FOOT DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIOMEKANIK
Oleh :
Ajeng Yeni Setiyaningrum

Flat foot merupakan salah satu jenis kelainan pada kaki dimana telapak kaki terlihat datar saat mendapatkan pembebanan. Hal tersebut dikarenakan datarnya lengkung longitudinal medial pada telapak kaki yang mengakibatkan gaya reaksi lantai dan gaya berat tubuh tidak bekerja pada satu garis lurus, sehingga kaki mudah merasa nyeri bila digunakan untuk berjalan/berlari. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengobati kelainan tersebut adalah dengan penggunaan sepatu ortopedi.

Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso, Solo, sebagai rumah sakit rujukan nasional yang menangani masalah seputar ortopedi banyak mendapatkan pesanan sepatu ortopedi. Saat ini produk yang dihasilkan belum mampu mengakomodasi kebutuhan dan keinginan pasien, karena komponen dalam sepatu ortopedi belum dikaji secara mendalam, seperti misalnya komponen medial arch support. Hal ini ditunjukkan dengan penentuan tinggi dan lebar komponen medial arch support, yang masih berdasarkan perkiraan teknisi pembuat, belum berdasarkan pertimbangan gaya reaksi dan momen reaksi. Akibatnya timbul keluhan yang dikemukakan pasien tentang ketidaknyamanan sepatu ortopedi yang diterima. Oleh karena itu penelitian ini mencoba untuk memberikan usulan perancangan medial arch support berdasarkan analisis biomekanika, yang meliputi analisis gaya dan momen pada tubuh, gaya dan titik pembebanan pada kaki, serta konsumsi energi.

Pada perhitungan yang dilakukan terhadap dua orang sampel penderita flat foot yang terpilih, dihasilkan nilai tinggi dan lebar medial arch support masing-masing sebesar 3.336 cm dan 3.478 cm untuk sampel 1, dan 3.003 cm dan 3.130 cm untuk sampel 2, yang berbeda dari nilai semula yaitu 2.5 cm dan 4.4 cm untuk sampel 1, dan 2 cm dan 3.5 cm untuk sampel 2. Pengujian medial arch support hasil rancangan dilakukan dengan cara membandingkannya dengan medial arch support pada sepatu sampel. Sampel diharuskan berjalan dengan kecepatan 2.8 km/jam dan 3.8 km/jam di atas treadmill, dengan menggunakan sepatu tanpa medial arch support, dengan medial arch support lama dan dengan medial arch support hasil rancangan. Dari hasil pengamatan,. Pada percobaan tanpa menggunakan medial arch support, sampel 2 hanya mampu menempuh jarak yang lebih pendek, sementara sampel 1 mampu menempuh jarak yang sama dengan kedua percobaan dengan menggunakan medial arch support. Hal ini mungkin disebabkan karena sampel 1 sudah mulai terbentuk lengkungan longitudinal medial pada telapak kaki. Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil pengamatan terhadap konsumsi energi dimana sampel 1 tidak menunjukkan perbedaan jumlah konsumsi energi pada ketiga percobaan tersebut, yaitu tanpa medial arch support, dengan medial arch support lama maupun medial arch support hasil rancangan. Sedangkan sampel 2 memerlukan jumlah konsumsi energi yang semakin kecil pada percobaan tanpa medial arch support, dengan medial arch support lama dan dengan medial arch support hasil rancangan. Dengan merangkum keseluruhan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa perancangan usulan dapat digunakan untuk menentukan tinggi serta lebar medial arch support, walaupun masih diperlukan pengujian lanjut untuk mendapatkan hasil rancangan yang lebih akurat.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.