PENGARUH ABRASI AIR LAUT PADA BETON BERBASIS GULA DITINJAU DARI KUAT TEKAN, MODULUS ELASTISITAS, DAN KETAHANAN KEJUT
Oleh :
Devinta Puspa Rahmadika
Beton ramah lingkungan dengan ketahanan terhadap lingkungan agresif telah mengalami perkembangan. Penggunaan bahan tambah berbasis gula pada beton dengan kadar 0,030% mampu meningkatkan kuat tekan dan kinerja beton di lingkungan rawan abrasi. Hal ini karena kandungan lignin dan glukosa mampu menyeimbangkan pembentukan ettringite yang dapat merusak beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abrasi air laut terhadap penggunaan bahan tambah gula berbasis gula pada beton dengan beton normal sebagai pembanding ditinjau dari kuat tekan, modulus elastisitas, dan ketahanan kejut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 24 buah. Benda uji terdiri dari 12 beton silinder berdiameter 15 cm, tinggi 30 cm untuk uji kuat tekan dan modulus elastisitas, serta 12 beton silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 5 cm untuk uji ketahanan kejut. Variasi beton untuk tiap pengujian adalah 6 benda uji tanpa bahan tambah sebagai rujukan dan 6 benda uji dengan bahan tambah berbasis gula 0,030%. Setiap 3 variasi benda uji direndam dalam air laut bergerak sebagai indikasi terjadinya abrasi dan air normal diam sebagai pembanding. Mutu beton yang direncanakan adalah fc’ = 40 MPa. Uji tekan ,modulus elastisitas dan ketahanan kejut dilakukan pada umur 28 hari. Kuat tekan,modulus elastisitas, dan ketahanan kejut beton dengan perlakuan air laut bergerak mengalami peningkatan. Reaksi kalsium klorida (CaCl2) yang terkandung dalam air laut menyebabkan kuat tekan beton meningkat lebih cepat dibandingkan dengan perlakuan air normal diam pada umur yang sama. Selisih kuat tekan beton normal dan beton berbasis gula dengan perlakuan air normal diam adalah 1,77% ,sedangkan pada perlakuan air laut bergerak adalah 4,56%. Modulus Elastisitas terbesar didapat dari beton berbasis gula dengan perlakuan air laut bergerak. Energi serapan maksimal dicapai pada beton berbasis gula dengan perlakuan air laut bergerak yaitu sebesar 1339,065 Joule. Green high resistance of concrete in aggressive environment has been progressing. The use of sugar-based materials added to the concrete with 0.030% can increase the performance compressive strength of concrete in aggressive environment. This is because of the lignin and glucose content which are able to balance the formation of ettringite that can damage the concrete. This research is to know the effect of sea water abrasion against the use of sugar-added concrete compared by normal concrete in terms of compressive strength, modulus of elasticity, and impact resistance. This research applies an experimental method with a total of 24 pieces of samples. The samples consist of 12 concrete cylinders with diameter 15 cm, 30 cm height to test the compressive strength and modulus of elasticity, and also 12 concrete cylinders with a diameter of 15 cm and 5 cm height for the impact resistance test. Variation of concrete for each test is 6 samples without sugar-based additives as a reference and 6 test samples with 0.030% sugar-based additive. Every 3 variation of samples is immersed in moving sea water as an indication the occurrence of abrasion and stable normal water as a comparison. The quality of concrete which is planned is fc '= 40 MPa. Compressive stength, modulus of elasticity and impact resistance test is performed at 28 days.. Compressive strength, modulus of elasticity, and impact resistance of concrete with sea water abrasion curing are increase. This is because the reaction of Calcium Chloride (CaCl2) which is contained in sea water causes the increasing of concrete compressive strength more rapidly than normal water curing at the same age. The Difference in compressive strength of normal concrete in stable water curing is 1.77% , while compressive strength of concrete with sugar-based additive materials in sea water abrasion curing is 4.56%. The highest modulus of elasticity is achieved from sugar-based additive concrete in abrasion sea water curing. The maximum absorption energy is achieved on sugar-based additive concrete with sea water curing = 1339.065 Joules.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.