PENGARUH ABRASI AIR LAUT PADA BETON DENGAN BAHAN TAMBAH BERBASIS GULA DITINJAU DARI BERAT JENIS, KUAT TEKAN, DAN POROSITAS
Oleh :
Rena Sempana Wahyu Putri
Waterfront city, merupakan salah satu konsep pembangunan yang mulai banyak dilirik oleh para investor untuk dikembangkan di Indonesia yang notabene merupakan negara maritim. Pemaksimalan wilayah pesisir merupakan solusi yang sangat baik untuk meningkatkan perekonomian dan pemerataan pembangunan. Beton menjadi pilihan bahan bangunan yang tepat untuk digunakan di wilayah pesisir yang mampu menurunkan kinerja durabilitas beton. Abrasi, dalam hal ini menjadi salah satu faktor penting yang harus dikaji dalam masalah durabilitas beton. Material lokal sebagai bahan penyusun beton dibutuhkan untuk dapat menciptakan beton ramah lingkungan yang awet. Penggunaan bahan tambah berbasis gula yang terdiri dari sukrosa, gula pasir, dan sari tebu merupakan salah satu inovasi bahan tambah yang mampu meningkatkan kelekatan antar partikel beton sehingga beton menjadi padat dan lebih kedap air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abrasi air laut terhadap penggunaan bahan tambah berbasis gula terhadap nilai berat jenis, kuat tekan, dan porositas beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Penelitian porositas beton menggunakan benda uji berbentuk kubus berukuran 5x5x5 cm3 sebanyak 12 buah, untuk pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 12 buah, sedangkan untuk pengujian berat jenis beton menggunakan kedua jenis sampel benda uji tersebut. Variasi pembanding antara beton normal dengan beton dengan bahan tambah gula dengan kadar 0,03 % dari berat semen. Pada pengujian berat jenis, kuat tekan, dan porositas beton dilakukan variasi jenis zat cair untuk proses curing beton, yaitu air normal dan air laut. Khusus pada curing air laut diberi gelombang menggunakan seperangkat alat pembuat gelombang (alat abrasi buatan) sebagai indikasi terjadinya abrasi. Pengujian benda uji berat jenis dilakukan ketika benda uji dalam kondisi fresh (kondisi segar), kondisi padat 24 jam, dan setelah benda uji berumur 28 hari, sedangkan pengujian benda uji kuat tekan dan porositas dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan bahan tambah berbasis gula dengan kadar 0,03% dari berat semen memberikan kenaikan nilai kuat tekan dan berat jenis serta memberikan penurunan nilai porositas seperti yang diharapkan. Yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut adalah bahwa dari seluruh pengujian yang dilakukan didapatkan hasil variasi beton yang diberi perlakukan pada air laut bergerak memiliki nilai berat jenis, kuat tekan, dan porositas lebih baik dibandingkan variasi beton yang diberi perlakuan pada air normal diam. Hal ini membuktikan bahwa faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap nilai berat jenis, kuat tekan, dan porositas beton. Waterfront city, is one of development concept which start ogled by investors to be developed in Indonesia, which incidentally is a maritime country. Maximizing the coastal region is an excellent solution to increase the economy and distribution of development. Concrete become the choice of building materials that is appropriate for used in coastal areas which could degrade the performance durability of concrete. Abrasion, in this case to be one important factor that should be studied in concrete durability problems. Local materials as the building blocks of concrete are needed to be able to create a durable environmentally friendly concrete. The use of sugar-based additive are consist of sucrose, sugar, and cane juice is one of the additive innovations that can improve the adhesiveness among the particles of the concrete so that concrete becomes more dense and watertight. The aim of this study is to determine the effect of sea water abrasion against the use of sugar based additives on the value of density, compressive strength, and porosity of concrete. This study uses an experimental method. Research concrete porosity using 12 units cube-shaped sample with size 5x5x5 cm3, for concrete compressive strength testing using 12 units cylindrical test with diameter of 15 cm and height 30 cm, while for the testing of concrete gravity using both types of that samples. Variations comparison between normal concrete with the sugar additives concrete with content of 0.03% by weight of cement. In testing of density, compressive strength, and porosity of concrete is varied the type of liquid for concrete curing process, the normal water and seawater. Especially in sea waves curing which is given a set of wave-maker (artificial abrasion tool) as the indication of abrasion. Tests to sample for density test is done when the sample in a fresh condition, solid condition in 24 hours, and after 28 days, while sample testing for compressive strength and the porosity of the sample was done after 28 days. Test results show that the use of sugar-based additives with content 0.03% from weight of cement give an ascension to the value of compressive strength and density and also decrease the porosity values as expected. The interesting one to explore further more is that all of the tests that have done, obtained a result of concrete variation which was treated on the moving sea water has a better value of density, compressive strength, and porosity than concrete variations which are treated on the quiet normal water. This proves that enviromental factors really affect the value of density, compressive strength, and porosity of concrete

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.