IMPLEMENTASI AKAD ISTISHNA’ DALAM PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN SARANA FASILITAS UMUM (STUDI KASUS PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG SOLO)
Oleh :
Dian Noer Wulandari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dalam prakteknya hak dan kewajiban antara bank dengan nasabah pengguna dana dalam pembiayaan Istishna’ di Bank Syariah Mandiri Cabang Solo dan mengetahui hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaan Perjanjian Pembiayaan Istishna’ dan cara mengatasinya.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Bank Syariah Mandiri Cabang Solo yang beralamat di Jl. Slamet Riyadi No. 390 Surakarta. Jenis data yang dipergunakan yaitu meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu melalui wawancara, kuisioner, dan penelitian kepustakaan baik berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen, dan sebagainya. Analisa data menggunakan analisis data kualitatif dengan model interaktif.

Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa prosedur pemberian pembiayaan Istishna’ dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu : tahap solisitasi, tahap permohonan pembiayaan, tahap pengumpulan data, dan investigasi, tahap analisa pembiayaan, tahap analisa rasio, tahap pengumpulan data tambahan, tahap persetujuan pembiayaan, tahap pengikatan dan penandatanganan akad perjanjian Istishna’, tahap pencairan dana pembiayaan Istishna’, tahap pengawasan dan pemeriksaan oleh Bank. Perjanjian pembiayaan Istishna’ yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak menimbulkan hak dan kewajiban. Pada prinsipnya para pihak dapat mengatur hak dan kewajiban masing-masing yang dituangkan dalam akad perjanjian. Hak-hak nasabah antara lain : berhak menerima dana pembiayaan dari bank, memperoleh bagi hasil berdasarkan kesepakatan dengan pihak bank. Sedangkan kewajibannya antara lain : mengembalikan seluruh jumlah pokok pembiayaan berikut pendapatan/ keuntungan bank sesuai nisbah pada saat jatuh tempo. Hak-hak yang diterima bank dalam pelaksanaannya antara lain : menerima pembayaran atas angsuran pembiayaan pokok, memperoleh bagian pendapatan/ keuntungan sesuai dengan nisbah bagi hasil. Sedangkan kewajiban bank antara lain : menyediakan fasilitas pembiayaan Istishna’ dengan jumlah tertentu. Pelaksanaan perjanjian Istishna’ terdapat hambatan-hambatan yang timbul dari faktor internal dan hambatan dari faktor eksternal. Cara mengatasi hambatan dari factor internal diselesaikan dengan peningkatan sikap disiplin pegawai, peningkatan keterampilan pegawai, dengan cara mewajibkan mengikuti pelatihan-pelatihan dan kursus. Sedangkan cara mengatasi hambatan dari faktor eksternal antara lain : meningkatkan pengamanan dengan menguji kebenaran dan legalitas seluruh aspek dan dokumen yang berkaitan dengan kondisi nasabah, meningkatkan pemberian informasi kepada masyarakat tentang produk dan jasa perbankan syariah, meningkatkan pengawasan, dan pembinaan terhadap jalannya usaha nasabah pengguna dana.

Implikasi teoritis penelitian ini adalah adanya perjanjian kerja sama antara bank dengan nasabah pengguna dana, sedangkan implikasi praktisnya adalah hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai rujkan praktek pelaksanaan perjanjian Istishna’ di Bank Syariah Mandiri Cabang Solo.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.