PUSAT KERAJINAN DI SUKOHARJO SEBAGAI PUSAT INFORMASI, PROMOSI DAN PEMASARAN
Oleh :
Bambang Suprianto
Sektor industri adalah salah satu aset perekonomian yang sangat berpengaruh di Sukoharjo. Bukan hanya industri-industri besar, namun jenis industri kecil/ home industri pun juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kabupaten Sukoharjo. Bahkan sektor industri kecil/ home industri adalah yang mempunyai kuantitas terbesar di kabupaten Sukoharjo. Pada tahun 2004 tercatat sekitar 3000 lebih home industri yang bergerak di bidang pembuatan kerajinan, dan sampai saat ini jumlah tersebut masih terus bertambah. Dengan jumlah sektor industri kerajinan yang sangat banyak, maka sebenarnya sektor industri kecil mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi wilayah kabupaten Sukoharjo. Namun pada kenyataannya, potensi tersebut belum dapat dimaksimalkan oleh pemerintah karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap sektor industri kecil/ home industri khususnya pada Industri kerajinan. Hal ini dikarenakan jumlah home industri yang ada sangat banyak, dan keberadaannya yang menyebar tentunya membuat kesulitan dalam pengawasannya. Perhatian pemerintah pada sektor industri kerajinan yang ada di Sukoharjo hanyalah sebatas pemberian nama untuk menetapkan beberapa daerah industri di Sukoharjo sebagai kawasan pariwisata industri saja. Hal tersebut tentunya kurang membantu para pemilik home industri untuk dapat mengembangkan industri yang ditekuninya. Sebagai contoh kasus lain yang memperlihatkan kurangnya perhatian pemerintah kabupaten Sukoharjo terhadap Sektor Industri Kerajinan di Sukoharjo yaitu belum adanya sebuah tempat atau bangunan yang dapat dijadikan sebuah pusat yang mampu menampung dan mewadahi industri kerajinan. Berbanding terbalik dengan besarnya jumlah industri kerajinan di Sukoharjo serta keberadaannya yang menyebar di berbagai wilayah di Sukoharjo, belum terdapat satu pun bangunan pemerintah maupun bangunan non pemerintah yang dapat dijadikan pusat untuk industri kerajinan di Sukoharjo, sehingga perlu didirikan sebuah Pusat Kerajinan di Sukoharjo. Selain itu, keberadaan home industri kerajinan yang tersebar di berbagai wilayah di Sukoharjo menyebabkan sulitnya masyarakat dari dalam maupun dari luar daerah Sukoharjo untuk mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang menyangkut tentang Sektor Kerajinan di Sukoharjo. Beberapa hal mengenai Kerajinan di Sukoharjo sebenarnya sangat menarik untuk disimak, sebagai contoh yaitu banyak para turis mancanegara yang datang ke daerah Kecamatan Mojolaban untuk melihat serta mengetahui bagaimana sebuah perangkat gamelan itu dibuat. Padahal selain gamelan, masih terdapat berbagai macam produk kerajinan yang terdapat di Sukoharjo yang tidak kalah menarik pula namun tersebar di berbagai wilayah di Sukoharjo sehingga para wisatawan tersebut enggan untuk melihat kerajinan lain. Sehingga diperlukan sebuah Pusat Kerajinan di Sukoharjo yang dapat memberikan informasi hal-hal mengenai kerajinan-kerajinan yang tersebar di Sukoharjo, yang kemudian dapat mempermudah masyarakat dalam mencari informasi mengenai kerajinan tersebut. Dalam segi pemasaran produk-produk kerajinan, perhatian pemerintah juga masih kurang maksimal. Pemasaran produk-produk kerajinan masih dilakukan sendiri oleh pemilik industri kerajinan. Hal ini sangat sulit dilakukan oleh pemilik industri kerajinan, dan tentunya akan menurunkan potensi kerajinan sebagai sumber ekonomi daerah di Sukoharjo. Beberapa dari produk kerajinan, seperti produk gamelan dan gitar, telah dapat menembus pasaran internasional namun berbanding terbalik dengan tidak adanya tempat pemasaran di daerah Sukoharjo sendiri. Di Sukoharjo sendiri belum terdapat suatu fasilitas yang khusus untuk dijadikan tempat pemasaran produk-produk kerajinan. Sehingga perlu sebuah Pusat Kerajinan di Sukoharjo yang dapat dijadikan sebagai tempat pemasaran produk-produk kerajinan di Sukoharjo. Berkaitan dengan pemasaran, aspek promosi berperan sangat penting untuk menarik minat konsumen. Seperti kasus-kasus sebelumnya, ketimpangan yang terjadi di Sukoharjo yaitu dengan kuantitas industri kerajinan yang sangat besar di daerah Kabupaten Sukoharjo, belum terdapat tempat untuk kegiatan promosi produk-produk kerajinan di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini sangat berpengaruh mengingat promosi sangatlah penting keberadaannya untuk menarik minat konsumen terhadap hasil-hasil produk kerajinan tersebut. Banyak para pengrajin mempromosikan hasil-hasil kerajinannya di tempat-tempat yang tidak sesuai seperti pengrajin meubel di kecamatan Sukoharjo yang mempromosikan hasil-hasil meubelnya di teras depan rumah/tempat industri mereka, kemudian contoh yang lain yaitu para pelukis memamerkan hasil karyanya di pinggir jalan di sekitar pasar Sukoharjo. Kasus-kasus ini terjadi karena belum adanya bangunan yang dapat dijadikan sebagai tempat mempromosikan hasil-hasil kerajinan di Sukoharjo. Maka perlu didirikan Pusat Kerajinan di Sukoharjo sebagai pusat promosi hasil-hasil kerajinan, sehingga para produsen kerajinan dapat mempromosikan hasil karya mereka. Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa di Sukoharjo telah terjadi sebuah ketimpangan di masyarakat yaitu adanya potensi yang cukup besar di Sukoharjo dalam bidang industri kerajinan namun belum ada upaya dari pemerintah untuk mengembangkannya serta belum terdapat wadah yang dapat menampung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kerajinan tangan di Sukoharjo dalam aspek informasi, promosi maupun pemasaran. Sehingga muncul sebuah ide untuk membuat ”PUSAT KERAJINAN DI SUKOHARJO Sebagai Pusat Informasi, Promosi dan Pemasaran” dalam upaya untuk melestarikan kebudayaan, mengembangkan dan mewadahi hasil kerajinan di Sukoharjo serta membantu tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat Sukoharjo.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.