KOLABORASI ANTARA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (KPA DIY) DENGAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) DALAM PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS DI YOGYAKARTA
Oleh :
Winda Septi Ayu Putri
AIDS merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus HIV. HIV diketahui menjadi AIDS setelah lama berinkubasi dalam tubuh. HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Di diy angka kasus hiv/aids dari tahun ke tahun menglami kenaikan. Penangulangan HIV tidak hny dilakukan oleh pemerintah saja, namun membutuhkan peran serta pemerintah dan juga masyarakat, dalam hal ini peran masyarakat tergabung dalam LSM. Kolaborasi antara pemerintah dan juga berbagai LSM dalam mengimplementasikan kebijakan/program penanggulangan HIV/AIDS memiliki peran yang penting dalam memerangi virus HIV. Hiv aids juga bukan hny mslh yg hrs ditangni oleh pemeritah saja, sehingga tidak bisa hny mengandalkan pd pihak pemerintah saja. Melalui kolaborasi yang terjalin ini diharpkan dapat mengatasi atau setidaknya meminimalisir masalah tersebut. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimana kolaborasi yang terjalin antara KPA DIY dengan LSM di Yogyakarta dalam penanggulangan HIV/AIDS beserta hambatan-hambatan yang terjadi dalam kolaborasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, maupun pengumpulan arsip. Penentuan informan diperoleh dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan atau verifikatif, sedangkan vaiditas data menggunakan triangulasi data. Kolaborasi yang dilakukan oleh KPA DIY dengan LSM menurut penelitian dapat disimpulkan berjalan dengan cukup efisien dan teroganisir dengan baik. Kolaborasi mencakup pembagian peran serta tanggung jawab yang merata. KPA sebagai koordinator dan LSM merupakan implementor dari program-program yang telah disinkronkan bersama. Struktur organisasi dan juga pembagian peran serta tanggung jawab dengan LSM mitra sudah jelas. Hambatan dapat berasal dari dalam jaringan maupun dari luar jaringan kolaborasi. Hambatan dari dalam jaringan sendiri lebih kepada masalah adu argumen Hambatan dari luar jejaring kolaborasi berasal dari LSM baru yang ingin bergabung, namun belum memiliki legalitas hukum. Menurut penelitian yang telah dilakukan, kolaborasi antara KPA Provinsi dengan LSM mitra sudah berjalan dengan cukup baik dan juga terkoordinir. Kolaborasi tentunya memiliki kekurangan, salah satunya yaitu dana dari kedua belah pihak masih bergantung pada dana asingSlain masalah dana, kolaborasi dangan LSM yang belum memiliki legalitas hukum, apabila memang LSM baru tersebut tidak memenuhi syarat untuk mendapat legalitas hukum, maka bisa dilakukan perekrutan atau sukarelawan untuk membantu program-program yang dilakukan KPA bersama dengan LSM lainnya.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.