NOVEL NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)
Oleh :
Maria Cahyaning Kesuma
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik, nilai-nilai sosial dan tanggapan komunitas pembaca tentang novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi yang ditinjau dari aspek struktural dan sosiologi sastra. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu, profil pengarang yang berisi perjalanan hidup dan latar belakang sosial pengarang, buku-buku dan artikel yang berhubungan dengan penelitian juga beberapa pendapat komunitas pembaca tentang novel yang dikaji. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan meneliti unsur-unsur intrinsik novel Nayla yang meliputi tema, latar, penokohan, dan plot/alur. Peneliti kemudian mengkajinya dengan pendekatan sosiologi sastra dengan didasarkan pada teori yang ada untuk mengetahui nilai-nilai sosial dalam novel tersebut serta merangkum pendapat dari beberapa komunitas pembaca tentang novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Hasil yang didapatkan adalah (1) Novel ini bertema tentang cinta yang terdistorsi antara manusia dalam setiap wujud relasinya antara sesama, antara laki-laki dan perempuan, antara ibu dan anak, yang diceritakan dengan alur maju-mundur, dengan beberapa tokoh yang mendominasi cerita antara lain: Nayla, Juli, Ayah dan Ibu Ratu, Ibu, dan Ben. Latar atau setting yang digunakan adalah kota Jakarta pada kisaran tahun 1980-an sampai dengan 2005 yang dilatarbelakangi kehidupan masyarakat kelas atas. (2) Nilai-nilai sosial pada dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu yaitu nilai material; vital; kerohanian; berdasarkan sifatnya nilai yang terdapat pada novel tersebut antara lain: nilai kepribadian, kebendaan, biologis, kepatuhan hukum, pengetahuan, agama, dan keindahan; berdasarkan cirinya, nilai yang terdapat pada novel tersebut yaitu nilai yang tercernakan (internalized value) dan nilai dominan; berdasarkan tingkat keberadaannya, nilai yang terdapat pada novel tersebut yaitu nilai yang berdiri sendiri dan nilai yang tidak berdiri sendiri. (3) Komunitas pembaca mengemukakan tanggapannya terhadap novel Nayla. Pembaca mengemukakan bahwa novel Nayla begitu khas dengan cerita-cerita Djenar Maesa Ayu mengangkat Nayla sebagai tokoh utamanya. Seorang perempuan yang mengalami perlakuan keras dari ibunya, pelecehan seksual, perkosaan, kriminalitas, dunia diskotek, broken home, suka mabuk, lesbian, biseks, dan hidup terlunta-lunta mencari cinta. Pengarang dalam novel ini menggunakan bahasa yang vulgar. Secara garis besar, novel ini menarik untuk dibaca layak dikoleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik, nilai-nilai sosial dan tanggapan komunitas pembaca tentang novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi yang ditinjau dari aspek struktural dan sosiologi sastra. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu, profil pengarang yang berisi perjalanan hidup dan latar belakang sosial pengarang, buku-buku dan artikel yang berhubungan dengan penelitian juga beberapa pendapat komunitas pembaca tentang novel yang dikaji. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan meneliti unsur-unsur intrinsik novel Nayla yang meliputi tema, latar, penokohan, dan plot/alur. Peneliti kemudian mengkajinya dengan pendekatan sosiologi sastra dengan didasarkan pada teori yang ada untuk mengetahui nilai-nilai sosial dalam novel tersebut serta merangkum pendapat dari beberapa komunitas pembaca tentang novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Hasil yang didapatkan adalah (1) Novel ini bertema tentang cinta yang terdistorsi antara manusia dalam setiap wujud relasinya antara sesama, antara laki-laki dan perempuan, antara ibu dan anak, yang diceritakan dengan alur maju-mundur, dengan beberapa tokoh yang mendominasi cerita antara lain: Nayla, Juli, Ayah dan Ibu Ratu, Ibu, dan Ben. Latar atau setting yang digunakan adalah kota Jakarta pada kisaran tahun 1980-an sampai dengan 2005 yang dilatarbelakangi kehidupan masyarakat kelas atas. (2) Nilai-nilai sosial pada dalam novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu yaitu nilai material; vital; kerohanian; berdasarkan sifatnya nilai yang terdapat pada novel tersebut antara lain: nilai kepribadian, kebendaan, biologis, kepatuhan hukum, pengetahuan, agama, dan keindahan; berdasarkan cirinya, nilai yang terdapat pada novel tersebut yaitu nilai yang tercernakan (internalized value) dan nilai dominan; berdasarkan tingkat keberadaannya, nilai yang terdapat pada novel tersebut yaitu nilai yang berdiri sendiri dan nilai yang tidak berdiri sendiri. (3) Komunitas pembaca mengemukakan tanggapannya terhadap novel Nayla. Pembaca mengemukakan bahwa novel Nayla begitu khas dengan cerita-cerita Djenar Maesa Ayu mengangkat Nayla sebagai tokoh utamanya. Seorang perempuan yang mengalami perlakuan keras dari ibunya, pelecehan seksual, perkosaan, kriminalitas, dunia diskotek, broken home, suka mabuk, lesbian, biseks, dan hidup terlunta-lunta mencari cinta. Pengarang dalam novel ini menggunakan bahasa yang vulgar. Secara garis besar, novel ini menarik untuk dibaca layak dikoleksi.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.