KOMITMEN AFEKTIF SEBAGAI PEMEDIASI PENGARUH KEADILAN DISTRIBUSIF, KEADILAN PROSEDURAL, DAN KEADILAN INTERNASIONAL BIMBINGAN BELAJAR PRIMAGAMA DI SURAKARTA
Oleh :
Sari Widati
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang pengaruh ketiga dimensi keadilan organisasional (keadilan distributif, keadilan prosedural, dan keadilan interaksional) pada keinginan berpindah dengan dimediasi komitmen afektif. Sampel dalam penelitian ini adalah staf pengajar Lembaga Bimbingan Belajar Primagama di Surakarta. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Berdasarkan penelitian terdahulu maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut : (1) Apakah keadilan distributif, keadilan prosedural, dan keadilan interaksional berpengaruh positif pada komitmen afektif, (2) Apakah komitmen afektif berpengaruh negatif pada keinginan berpindah staf pengajar dan (3) Apakah komitmen afektif memediasi pengaruh keadilan distributif, keadilan prosedural, dan keadilan interaksional pada keinginan berpindah staf pengajar. Penelitian ini mengunakan analisis path dengan bantuan program SPSS for Window version 12. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) keadilan distributif berpengaruh positif pada komitmen afektif ( sig t = 0,045 dibawah 0,05), (2)keadilan prosedural berpengaruh positif pada komitmen afektif (sig t = 0,003 dibawah 0,05), (3) keadilan interaksional berpengaruh positif pada komitmen afektif (sig t = 0,003 dibawah 0,05), (4) komitmen afektif berpengaruh negatif pada keinginan berpindah (sig t = 0,000 dibawah 0,05), (5) komitmen afektif memediasi pengaruh keadilan distributif pada keinginan berpindah (standadized coefficient beta keadilan distributif -0,225 sig 0,167; komitmen afektif 0,486 sig 0,011), (6) komitmen afektif memediasi pengaruh keadilan prosedural pada keinginan berpindah (standadized coefficient beta keadilan prosedural 0,157 sig 0,460; komitmen afektif 0,788 sig 0,001), (7) komitmen afektif memediasi pengaruh keadilan interaksional pada keinginan berpindah (standadized coefficient beta keadilan interaksional -0,175 sig 0,391; komitmen afektif 0,532 sig 0,012). Kesimpulan yang didapat adalah bahwa ketujuh hipotesis yang diajukan didukung. Dengan demikian maka saran yang dapat diberikan adalah organisasi harus mempertahankan dan meningkatkan keadilan dalam distribusi outcome, prosedur penentuan distribusi outcome maupun perlakuan interaksional. Hal itu dikarenakan, ketiganya berpengaruh dalam membangun komitmen afektif dari staf pengajar sehingga dapat menurunkan keinginan berpindah dari staf pengajar. Kata kunci : keadilan distributif, keadilan prosedural, keadilan interaksional, komitmen afektif, dan keinginan berpindah

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.