SERAT SULUK GATHOLOCO SEBUAH SINERGI KULTURAL ANTARA ISLAM DAN JAWA (SUATU KAJIAN RESEPSI SASTRA)
Oleh :
Choirur Roziqin
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah teks dan struktur karya Serat Suluk Gatholoco ? (2) Bagaimanakah aspek formal Serat Suluk Gatholoco yang meliputi lapis bunyi, lapis arti dan lapis norma yang berupa objek-objek yang dikemukakan, latar dan pelaku, lapis dunia dan lapis metafisis ? (3) Bagaimanakah aspek tematis dalam Serat Suluk Gatholoco? (4) Bagaimanakah tanggapan masyarakat masa kini terhadap Serat Suluk Gatholoco?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui teks dan struktur karya Serat Suluk Gatholoco. (2) Mendeskripsikan aspek formal Serat Suluk Gatholoco yang meliputi lapis bunyi, lapis arti dan lapis norma yang berupa objek-objek yang dikemukakan, latar dan pelaku, lapis dunia dan lapis metafisis. (3) Mendeskripsikan aspek tematis Serat Suluk Gatholoco. (4) Mengetahui tanggapan masyarakat masa kini terhadap Serat Suluk Gatholoco. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sastra dengan bentuk penelitian deskriptif kualitatif, Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Naskah cetak “Balsafah Gatolotjo” Ngemot Balsafah Kawruh Kawaskitan (tanpa tahun), terbitan S. Muljo, Solo. Menurut babon asli gubahan Prawirataruna, pada abad 20 M, diteliti, diperiksa dan disalin dengan huruf latin oleh R. Tanojo yang berbentuk tembang macapat.Data yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu primer adalah teks Serat Suluk Gatholoco, sedang data sekunder diperoleh dari wawancara dengan informan atau narasumber, buku-buku, majalah-majalah, artikel yang terkait dengan tujuan penelitian. Dari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal : (1) Serat Suluk Gatholoco adalah sebagai berikut : Naskah cetak “Balsafah Gatolotjo” Ngemot Balsafah Kawruh Kawaskitan (tanpa tahun), terbitan S. Muljo, Solo. Menurut babon asli gubahan Prawirataruna, pada abad 20 M, diteliti, diperiksa dan disalin dengan huruf latin oleh R. Tanojo yang berbentuk tembang macapat. Terdapat 11 pupuh, yang masing-masing adalah : Mijil 11 bait, Dhandhanggula 40 bait, Sinom 76 bait, Pangkur 77 bait, Asmaradana 48 bait, Kinanthi 47 bait, Gambuh 13 Bait, Sinom 42 bait, Kinanthi 37 bait, Dhandhanggula 12 bait, Kinanthi 31 bait. (2) Struktur karya Serat Suluk Gatholoco di dalamnya meliputi lapis bunyi, lapis arti, dan lapis norma yang berupa objek-objek yang dikemukakan, latar dan pelaku, lapis dunia dan lapis metafisis. (3) Terdapat sebuah sinergi kultural antara Islam dan Jawa dalam Serat Suluk Gatholoco. Akan tetapi dalam kenyataannya serat tersebut dianggap tidak sesuai dengan tuntutan zaman, mengingat masih banyaknya pemeluk agama/ pelaku spiritual baik Islam maupun Jawa masih saja melakukan aktivitas spiritualitasnya di tingkatan sembah raga (Syariat). Tidak adanya sebuah peningkatan dan pemahaman terhadap tingkat manembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena tidak punya keberanian untuk memberikan gambaran respon kritis yang menawarkan sebuah tawaran solusi sinergi ajaran yang dogmatis dan kaku yang ditampilkan dalam teks-teks ajaran yang kadang kaku dalam kemajemukkan, khususnya dalam konteks Indonesia yang kaya akan budaya dan suburnya Idiologi yang teraplikasikan dengan munculnya berbagai faham, aliran dan lain sebagainya. (4) Pemahaman Serat Suluk Gatholoco dalam masyarakat akan menimbulkan berbagai macam presepsi. Perbedaan persepsi itu dikarenakan oleh tingkat Intelektualitas yang berbeda, latar belakang lingkungan yang dapat mempengaruhi pola pikir, serta kondisi yang masih labil dalam pemahaman karya sastra. Pemahaman Serat Suluk Gatholoco yang dilakukan secara Sufistik tidak akan menimbulkan perpecahan dan kesalahpahaman. Perpecahan akan terjadi apabila masih saja memandang Serat Suluk Gatholoco sebagai karya sastra yang tidak bermutu, tidak ada ajaran yang dapat diambil, atau sebagainya. Maka tidak menutup kemungkinan kebenaran akan sulit masuk.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.