PENGARUH KONSENTRASI NAA DAN BAP TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS PISANG (MUSA PARADISIACA L.) VARIETAS RAJA BATANG SECARA IN VITRO
Oleh :
Afrik Febiantanti

Pisang adalah salah satu dari sekian jenis buah-buahan yang sering disebut dan tidak asing lagi untuk diketahui. Tanaman pisang pernah merupakan salah satu bahan ekspor dari Indonesia, akan tetapi belakangan ini ekspor pisang terhenti sama sekali. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi tersebut maka dapat diambil langkah-langkah dengan menerapkan budidaya teknik kultur jaringan dengan penambahan zat pengatur tumbuh untuk dapat memproduksi pisang dalam waktu yang relatif singkat dan memiliki kualitas yang baik (tahan terhadap serangan hama dan penyakit).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NAA (Nafthalena Acetic Acid), mengetahui pengaruh konsentrasi BAP (6-Benzyl Amino Purin) serta untuk mengetahui pengaruh interaksi konsentrasi NAA dan BAP terhadap multiplikasi eksplan pisang varietas raja batang secara in vitro.

Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari 2004 sampai Agustus 2004 di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Tanaman dan Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dan masing-masing terdiri dari 4 taraf, yaitu konsentrasi NAA 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; 3 ppm dan konsentrasi BAP 0 ppm; 3 ppm; 6 ppm; 9 ppm, yang masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis ragam berdasarkan uji F pada taraf 5% dan 1%. Apabila terdapat pengaruh yang nyata pada perlakuan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Dan jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji regresi untuk mengetahui perlakuan terbaik.

Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan BAP 6 ppm yang dikombinasikan dengan NAA pada semua taraf konsentrasi dapat menghasilkan jumlah tunas terbaik dibandingkan dengan BAP 0 ppm, 3 ppm dan 9 ppm, dan untuk perlakuan kombinasi antara NAA 2 ppm dan BAP 6 ppm dapat menghasilkan jumlah tunas terbanyak yaitu 3 tunas bila dibandingkan dengan kombinasi perlakuan yang lain. Perlakuan dengan NAA pada semua taraf konsentrasi tanpa penggunaan BAP dapat menghasilkan jumlah akar yang terbanyak dibandingkan dengan penggunaan BAP 3 ppm, 6 ppm dan 9 ppm. Penambahan BAP pada media MS dengan konsentrasi yang tinggi (9 ppm) menghasilkan jumlah daun yang terbanyak, tetapi menghambat pertumbuhan plantlet. Tahapan aklimatisasi yang dilakukan di Laboratorium Rumah Kaca Universitas Sebelas Maret Surakarta.memberikan hasil yang baik.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.