EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN TUNAI (STUDI KASUS PADA UD. KARYA BARU SURAKARTA)
Oleh :
Ika Irawati
ABSTRAK Berbagai permasalahan yang akan diteliti di sini adalah bagaimana SIA penerimaan kas dari penjualan tunai pada UD. Karya Baru Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana SIA penerimaan kas dari penjualan tunai yang telah ada diperusahaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan studi kasus. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan mengumpulkan dokumen. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan antara kenyataan tentang SIA penerimaan kas dari penjualan tunai yang diperoleh di perusahaan dengan teori akuntansi tentang SIA penerimaan kas dari penjualan tunai yang baik berdasarkan literatur yang menjadi acuan penulis. Hasil analisis data dan pembahasan diketahui bahwa dalam struktur organisasi UD. Karya Baru Surakarta masih ada perangkapan fungsi oleh satu bagian dan belum adanya fungsi-fungsi yang seharusnya ada dalam SIA penerimaan kas dari penjualan tunai. Dokumen yang digunakan dalam transaksi penjualan tunai juga belum lengkap. Untuk itu perlu adanya pembenahan struktur organisasi dan penambahan dokumen untuk mendukung proses transaksi penjualan tunai UD. Karya Baru Surakarta. Dari hasil analisis dan pembahasan disimpulkan seperti di bawah ini. A Struktur organisasi UD. Karya Baru Surakarta belum dapat dikatakan baik karena fungsi-fungsi organisasinya belum memenuhi unsur pokok SPI yang seharusnya ada dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai. Dimana terdapat perangkapan fungsi kas oleh pimpinan, belum terbentuknya fungsi akuntansi yang seharusnya dilaksanakan dalam transaksi penjualan tunai. B Fungsi kas belum dipegang oleh orang yang tepat, dan fungsi akuntansi belum ada. Hal ini membuktikan fungsi-fungsi yang ada belum dapat menjalankan SIA penerimaan kas dari penjualan tunai dengan baik. C Dokumen yang digunakan hanya berupa FPT, dan FPT yang ada belum dapat merekam keseluruhan data yang berhubungan dengan transaksi penjualan tunai. D Belum terdapat proses pencatatan. E Prosedur pelaksanaan transaksi belum sesuai dengan unsur SPI penerimaan kas dari penjualan tunai. Dimana penerimaan kas dilakukan oleh pimpinan tanpa cap “lunas” pada FPT. Prosedur pencatatan dan penyetoran kas ke bank belum ada. Sedangkan saran-saran yang penulis rekomendasikan adalah seperti di bawah ini. A Dalam susunan struktur organisasi UD. Karya Baru Surakarta pimpinan sebaiknya tidak memegang fungsi kas. B Dalam transaksi penjualan tunai harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan, fungsi kas, fungsi gudang, fungsi pengiriman, dan fungsi akuntansi. UD. Karya Baru Surakarta belum sepenuhnya mempunyai fungsi-fungsi yang seharusnya ada dalam transaksi penjualan tunai. Untuk itu perlu adanya penambahan fungsi akuntansi yang bertugas membuat catatan atas transaksi penjualan tunai yang terjadi. Juga perlu penambahan kasir dalam susunan organisasi, sebagai fungsi kas yang bertanggungjawab menerima kas dari pembeli atas barang yang dibeli. C UD. Karya Baru Surakarta dalam SIA penerimaan kas dari penjualan tunai hanya menggunakan dokumen berupa FPT saja. Untuk itu perlu dilakukan penambahan dokumen yang seharusnya ada dalam SIA penerimaan kas dari penjualan tunai, yaitu BSB. D Perlu adanya proses pencatatan atas transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai. Adapun catatan akuntansi yang digunakan dalam SIA penerimaan kas dari penjualan tunai adalah jurnal penerimaan kas, kartu gudang dan kartu persediaan. E Prosedur SIA penerimaan kas dari penjualan tunai belum baik sehingga perlu dibenahi, yaitu sebagai berikut. 1 Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi kas dengan cara membubuhkan cap “lunas” pada FPT. 2 Penyerahan barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara membubuhkan cap “sudah diserahkan” pada FPT. 3 Pencatatan ke dalam buku jurnal diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara memberikan tanda pada FPT.

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.