Abstrak


Prosedur pemberian kredit umum pada PD BPR bank pasar Klaten


Oleh :
Nuzila Fitri Astuti - D.1506101 - Fak. ISIP

ABSTRAK Perkreditan memiliki aset terbesar jika dibandingkan dengan kegiatan operasional bank yang lain. Walaupun demikian, resiko kerugian sebagian besar bersumber pada usaha tersebut. Maka untuk mengurangi resiko dalam pemberian kredit diperlukan suatu prosedur dalam menjalankannya. Dengan latar belakang tersebut, penulis mengadakan pengamatan di PD BPR Bank Pasar Klaten mengenai prosedur pemberian kredit umum. Tujuan pengamatan ini adalah (1) Untuk mengetahui prosedur pemberian kredit umum pada PD BPR Bank Pasar Klaten, (2) Untuk menjelaskan prosedur pemberian kredit umum pada PD BPR Bank Pasar Klaten. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka metode pengamatan ini menggunakan jenis pengamatan deskriptif yang mampu memberikan deskripsi mengenai situasi – situasi atau kejadian – kejadian tanpa menerangkan saling hubungan ataupun membuat ramalan. Sumber data yang digunakan meliputi data yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama dan secara tidak langsung (dalam bentuk data olahan) yang dapat dimanfaatkan penulis dalam pengamatan ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan mengkaji dokumen dan arsip. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa (1) Prosedur pemberian kredit umum meliputi tahap permohonan kredit, analisis kredit, keputusan kredit, pencairan kredit, pengawasan kredit, dan pelunasan kredit. (2) Pelaksanaan prosedur pemberian kredit umum terdapat kekurangan – kekurangan seperti pegawai Bank Pasar Klaten kurang serius dalam menindaklanjuti nasabah yang tidak memenuhi persyaratan untuk mempunyai rekening tabungan di Bank Pasar Klaten, pemeriksaan SID (Sistem Informasi Debitur) hanya dilakukan pada kredit yang jumlahnya Rp. 10.000.000,00, begitu juga dengan penilaian jaminan yang dilakukan oleh Appraisal hanya pada kredit yang jumlahnya minimal Rp. 15.000.000,00, dan masih adanya pegawai yang kurang cakap dalam mengoperasikan komputer. Dengan adanya kekurangan – kekurangan tersebut maka penulis menyarankan pihak bank sebaiknya lebih serius dalam menindaklanjuti nasabah yang tidak mempunyai rekening tabungan di Bank Pasar Klaten, pemeriksaan SID dan penilaian jaminan oleh Appraisal dilakukan pada semua kredit, dan meningkatkan ketrampilan pegawai Bank Pasar Klaten dalam mengoperasikan komputer.