Abstrak


Profesionalisme Aparatur Pemerintah Dalam Pelaksanaan E-Government (Studi Eksplorasi Kinerja Aparatur Pemerintah Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk)


Oleh :
Media Pramita - D0109057 - Fak. ISIP

Profesionalisme Merupakan Bagian Penting Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penerapan Suatu Program Karena Menyangkut Kualitas Dan Kinerja Sumber Daya Manusia Pelaksana Program, Sehingga Dapat Mendorong Tercapainya Tujuan Atau Keberhasilan Program Tersebut. Penelitian Ini Dilakukan Untuk Mengetahui Profesionalisme Aparatur Pemerintah Kecamatan Patianrowo Terhadap Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Rangka Pemerintahan Yang Berbasis Elektronik (E-Governemet) Dilihat Dari Empat Indikator, Yaitu 1)Kemauan, 2)Kemampuan, 3)Etika, 4)Tanggungjawab. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik Pengumpulan Datanya Melalui Wawancara Mendalam Dan Observasi Nonpartisipan. Penelitian Ini Dibatasi Pada Informasi Yang Diperoleh Dari Perspektif Internal Organisasi Yaitu Pegawai Kecamatan Patianrowo Saja. Teknik Sampling Yang Digunakan Adalah Purposive Dan Snowball Sampling. Validitas Data Dilakukan Melalui Triangulasi Data Sumber. Teknik Analisis Data Menggunakan Model Analisis Interaktif Dengan Melakukan Reduksi Data, Penyajian Data Dan Penarikan Kesimpulan. Hasil Penelitian Ini Menunjukkan, Profesionalisme Aparatur Pemerintah Kecamatan Patianrowo Dalam Pelaksanaan E-Government Belum Optimal. Hal Ini Dikarenakan Beberapa Kelemahan Yang Masih Ditemukan, Yaitu Spesifikasi Pengetahuan Dan Keterampilan Di Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik) Yang Dimiliki Sebagian Besar Aparatur Terbatas Pada Tugas Pokok Mereka Saja. Selain Itu Kehadiran Tepat Waktu Dan Disiplin Terkait Penyelesaian Tugas Masih Sangat Kurang. Untuk Itu Pemkab Nganjuk Perlu Menambah Jumlah Dan Jenis Pelatihan Di Bidang Tik, Juga Quota Pesertanya. Didukung Dengan Pemanfaatan Waktu Pelatihan Yang Tepat Guna Sehingga Tidak Terjadi Pembuangan Waktu Dan Biaya. Perlu Dilakukan Pembinaan Secara Dini Di Lingkungan Kerja Sehubungan Dengan Permasalahan Kedisiplinan, Melalui Pendekatan, Dan Penegakan Disiplin Yang Lebih Tegas Dengan Memberi Sanksi Adminisitratif Sebagai Shock Terapi.