Abstrak


Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran akuntansi kelas xi ips 1 sma negeri 2 Surakarta tahun ajaran 2008/2009


Oleh :
NILA ASTIWI - - Fak. KIP

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif teknik kepala bernomor terstruktur dalam upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran akuntansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan strategi siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Surakarta yang berjumlah 38 siswa. Obyek penelitian pada penelitian tindakan ini adalah berbagai kegiatan yang terjadi di dalam kelas selama berlangsungnya proses pembelajaran.. Penelitian ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan melibatkan partisipasi siswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini antara lain informan, tempat atau lokasi, peristiwa, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Prosedur penelitian meliputi tahap: (1) identifikasi masalah, (2) persiapan, (3) penyusunan rencana tindakan, (4) implementasi tindakan, (5) pengamatan, dan (6) penyusunan laporan. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi. Setiap siklus dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan, alokasi waktu masing-masing pertemuan 4 x 45 menit dan 5 x 45 menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kualitas pembelajaran akuntansi (baik proses maupun hasil) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik kepala bernomor terstruktur. Hal tersebut terefleksi dari beberapa indikator sebagai berikut: (1) keaktifan siswa dalam apersepsi menunjukkan peningkatan dari 43,2 % atau 17 siswa menjadi 63,2 % atau 24 siswa. (2) Selama proses pembelajaran berlangsung siswa yang menunjukkan keaktifan mereka sebanyak 19 siswa pada siklus I sedangkan pada siklus II sebanyak 30 siswa, (3) Dalam ketepatan dan ketelitian menyelesaikan soal pada siklus I terdapat 25 siswa, pada siklus II terdapat 31 siswa. (4) Adanya peningkatan pencapaian hasil belajar siswa dari 55,3% atau 21 siswa menjadi 86,8% atau 33 siswa. Peningkatan tersebut terjadi setelah guru melakukan beberapa upaya, antara lain: (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif teknik kepala bernomor terstruktur, (2) Guru membuat Rencana Pembelajaran terlebih dahulu sebelum mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung terarah dan terprogram, (4) Guru melakukan evaluasi setelah pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berikutnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran kooperatif dengan teknik kepala bernomor terstruktur dapat meningkatkan kualitas pembelajaran akuntansi baik dari segi proses maupun hasil.