Abstrak


Aplikasi model pembelajaran bermain untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas II SD Negeri Mojosongo 3 Surakarta)


Oleh :
Atikah Anis - K.4603001 - Fak. KIP

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan gerak dasar pada siswa kelas II SD Negeri Mojosongo 3 Surakarta melalui aplikasi model pembelajaran bermain Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Objek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri Mojosongo 3 Surakarta yang berjumlah 29 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan berkolaborasai dengan guru kelas serta melibatkan partisipasi dari kepala sekolah dan siswa, yakni siswa kelas II. Pelaksanaan tindakan dilakukan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan tes. Prosedur penelitian meliputi tahap: (1) identifikasi masalah, (2) persiapan, (3) penyusunan rencana tindakan, (4) implementasi tindakan, (5) pengamatan, (6) penyusunan laporan. Proses penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yakni: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi. Setiap siklus dilakanakan selama dua kali pertemuan selama 2 x 40 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan gerak dasar (baik proses maupun hasil) pada siswa kelas II SD Negeri Mojosongo 3 Surakarta dengan aplikasi model pembelajaran bermain. Hal tersebut terefleksi dalam beberapa indikator sebagai berikut: (1) siswa terlihat tertarik dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran gerak dasar. Hal ini ditunjukkan pada siklus I 55%, siklus II 75%, siklus III 85%. (2) siswa terlihat memperhatikan pelajaran dengan serius dan terlihat aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini ditunjukkan pada siklus I 60%, siklus II 80%, siklus III 90%. (3) siswa yang sudah mampu melakukan permainan gerak dasar. Hal ini ditunjukkan pada siklus I 45%, siklus II 75%, siklus III 85%. (4) siswa yang dapat melakukan tes kompetisi kemampuan gerak dasar dengan baik. Hal ini ditunjukkan pada siklus I 55%, siklus II 70%, siklus III 80%. (5) Siswa senang dengan model pembelajaran bermain dan tidak merasa bosan (hasil kartu ceria). Siswa senang dan tidak bosan dalam melakukan materi gerak dasar karena pemberian materi telah di bentuk dalam model pembelajaran bermain yang bervariasi. Hal ini ditunjukkan pada siklus I 60%, siklus II 98%, siklus III 100%. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Lompat jauh tanpa awalan terjadi kenaikan sebesar 7.67%. (2) Lempar bola medicine terjadi kenaikan sebesar 8.30%. (3) Lari zig-zag terjadi kenaikan sebesar 11.51%.