Abstrak


Konstruksi realitas peristiwa malapetaka 15 januari (malari) di majalah tempo (Studi Analisis Wacana terhadap Laporan Utama 40 Tahun Peristiwa Malari “Massa Misterius Malari” di Majalah Tempo Periode 4226/ 13-19 Januari 2014)


Oleh :
Fany Yoga Satriya - D.0210041 - Fak. ISIP

Demokrasi pada masa orde baru belum mutlak terjadi di Indonesia, dimana pada masa orde baru demokrasi hak rakyat dibatasi oleh besarnya kekuasaan dari pemerintah. Angkatan-angkatan bersenjata di Indonesia menjadi penghalang besar bagi rakyat untuk memperoleh hak kebebasan menyampaikan pendapat. 
Peristiwa 15 Januari 1974 atau yang lebih dikenal dengan Malari (Malapetaka lima belas Januari) berkaitan dengan aksi kekerasan yang pernah tercatat dalam sejarah Indonesia, hanya bisa dirasakan, tapi tidak untuk diungkap, apalagi dituntaskan. Berita di media massa (cetak dan elektronik) hanya mengungkap fakta yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Malari bisa disebut sebagai peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial. 
Dengan analisis wacana, peneliti ingin mengetahui bagaimana Tempo mengkonstruksi realitas laporan utama terkait isu 40 tahun peristiwa malari “Massa Misterius Malari” pada Majalah Tempo Edisi 13-19 Januari 2014. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana Teun A. van Dijk. 
Pada level analisis teks diperoleh kesimpulan bahwa peristiwa Malari berawal dari adanya perseteruan antara Jenderal Soemitro dan Jenderal Ali Moertopo. Tempo menjelaskan adanya massa misterius yang merupakan orang-orang yang dibina oleh Ali Moertopo. Orang-orang tersebut yang menunggangi demonstrasi mahasiswa pada 15 Januari 1974 sehingga berujung pada kerusuhan. 
Sedangkan pada level konteks sosial ada hubungan yang erat antara pers dan gerakan mahasiswa dalam melawan rezim Orde Baru. Hubungan antara Tempo dan Orde Baru bisa menjadi acuan bagaimana Majalah Tempo mengkonstruksi kembali sebuah peristiwa sejarah yang terjadi pada rezim Orde Baru. Pada konteks peristiwa Malari, Tempo memberi tempat baik bagi gerakan mahasiswa sedangkan Pemerintah Orde Baru dicitrakan buruk. 
Hasil dari konstruksi realitas yang diproduksi oleh Tempo pada laporan khusus peristiwa Malari ini membawa pembaca atau khalayak pada pemikiran bahwa peristiwa Malari bukan sekedar ulah mahasiswa dan masyarakat umum. Namun, ada sejumlah pihak yang sengaja untuk menyulut sebuah kerusuhan untuk menyingkirkan posisi seseorang dalam pemerintahan. Dalam hal ini Ali Moertopo berupaya untuk menyingkirkan Soemitro. 
Kata kunci: demokrasi, orde baru, demostrasi, malari