Abstrak


Pemberian Probiotik Sebagai Terapi Tambahan Untuk Memperbaiki Cemas Dan Depresi Pasien Dispepsia


Oleh :
Alvinia Hayulani - S571502001 - Pascasarjana

Latar Belakang : Prevalensi dispepsia di Indonesia diperkirakan hampir 30% kasus yang dijumpai pada praktek umum dan 60% pada praktek gastroenterologi merupakan dyspepsia. Hubungan atau kaitan dispepsia dan gangguan psikiatri khususnya kecemasan dan depresi umum terjadi. Konsep yang populer saat ini untuk mengembalikan keseimbangan atau memodulasi mikrobiota saluran pencernaan yang terganggu adalah dengan pemberian probiotik.

Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian probiotik sebagai terapi tambahan terhadap gejala cemas dan depresi pasien dispepsia

Metode : Penelitian merupakan penelitian eksperimental pretest-post-test control group design. Subjek penelitian adalah pasien dispepsia yang berobat di poli penyakit dalam RS. UNS, yang memenuhi kriteria inklusi, dengan tehnik pengambilan sampel consecutive sampling, didapatkan 29 sampel dengan 14 subjek sebagai kelompok perlakuan dan 15 subjek sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan skala cemas Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRSA) dan skala depresi Hamilton Rating Scale for Depression (HRSD)

Hasil : Terdapat perbedaan signifikan perbaikkan cemas dan depresi kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai p=0.000 untuk cemas dan p=0.001 untuk depresi (p<0>

Simpulan : Pemberian probiotik sebagai terapi tambahan dapat memperbaiki cemas dan depresi pasien dispepsia.

Kata kunci : probiotik, cemas, depresi, dispepsia