Abstrak


Efek Fraksi Etil Asetat Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Stres Endotel pada Tikus Model Sepsis (Kajian Molekuler Ekspresi NF-?B, e-Selectin, Kadar hs-CRP, MDA, Heparanase dan Histopatologi Aorta dan Ginjal)


Oleh :
Tatar Sumandjar - T501208003 - Pascasarjana

Latar Belakang: Sepsis adalah sindroma klinis yang ditandai dengan adanya disfungsi organ yang mengancam jiwa, yang disebabkan oleh disregulasi respons inang terhadap infeksi. Sepsis masih merupakan masalah kesehatan yang besar dengan angka kematian yang sangat tinggi dan memerlukan penanganan dengan biaya yang tinggi. Di samping terapi baku sepsis dipandang perlu untuk pemberian terapi suplementatif untuk mengendalikan respons inflamasi diantaranya dengan pemberian sediaan daun kelor.
Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorik, menggunakan the post test only control group design. Penelitian dilakukan pada tikus model sepsis yaitu diinjeksi dengan Lipopolysaccharide (LPS): 0,25 mg/KgBB/hari secara intraperitoneal. Kemudian pemberian daun kelor berupa daun kelor yang difraksinasi dengan etil asetat (fraksi MO-EA), yang dipelihara di PAU UGM, Yogyakarta. Sebanyak 30 tikus putih jantan Wistar dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 6 tikus yaitu: kelompok kontrol normal (KN), kelompok negatif (KP) dan kelompok perlakuan: P1, P2, dan P3 masing-masing diberikan fraksi MO-EA sejak hari H-5 sampai dengan H+7, berturut-turut dengan dosis 10, 20, dan 40 mg/KgBB/hari, personde. Variabel yang diamati dalam penelitian ini dilakukan pada hari ke 3 dan 7 setelah induksi LPS. Statistik menggunakan uji Anova dan uji Kruskal Wallis. Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini  p ?0,05.
Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa fraksi MO-EA menurunkan ekspresi NF-?B sel endotel aorta (p=0,007), e-Selectin sel endotel aorta (p=0,022) dan sel tubulus proksimalis ginjal (p=0,021), kadar hs-CRP hari ke 3 (p=0,010) dan ke 7 (p=0,023), MDA hari ke 3 (p=0,014) dan ke 7 (p=0,001), heparanase hari ke 3 (p=0,001) dan ke 7 (p=0,001), dan histopatologi aorta (p=0,014) dan ginjal (p=0,001). Sedangkan fraksi MO-EA menurunkan ekspresi NF-?B sel tubulus proksimalis ginjal secara tidak bermakna (p=0,073).
Kesimpulan: Efek fraksi MO-EA menurunkan ekspresi NF-?B sel endotel aorta, e-Selectin sel endotel aorta dan sel tubulus proksimalis ginjal, kadar hs-CRP, MDA, heparanase, dan histopatologi aorta dan ginjal pada tikus model sepsis, sedangkan efek fraksi MO-EA tidak menurunkan ekspresi NF-?B sel tubulus proksimalis ginjal pada tikus model sepsis.
 
Kata kunci: Fraksi MO-EA, Sepsis, Heparanase, Stres Endotel