Abstrak


Tindak Tutur Ekspresif dan Pelanggaran Prinsip Kesantunan pada Pembelajar Bipa di UPT Bahasa UNS (Sebuah Tinjauan Pragmatik)


Oleh :
Evrin Septya Lilasa Siagian - S841608010 - Pascasarjana

ABSTRAK


Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  dan  menjelaskan(1) bentuk  tindak  tutur  ekspresif  yang  dilakukan  oleh  pembelajar  BIPA  di  UPT Bahasa UNS, (2) bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang dilakukan oleh pembelajar BIPA di UPT Bahasa UNS, dan (3) bentuk implikatur yang dilakukan oleh pembelajar BIPA di UPT Bahasa UNS.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Bentuk penelitian adalah deskriptif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa asing berjumlah 13 orang yang sedang mengikuti program Darmasiswa Level Dasar II di UPT Bahasa UNS. Sumber data berasal dari proses pembelajaran, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data adalah  teknik  perekaman  dengan  metode  simak  bebas  libat  cakap  (SBLC). Analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode.
Hasil penelitian mencakup tiga hal. Pertama, ditemukan 13 bentuk tindak tutur ekspresif yang dilakukan oleh pembelajar BIPA di UPT Bahasa UNS, meliputi tindak tutur ekspresif (1) mengucapkan terima kasih, (2) memuji, (3) mengungkapkan rasa heran/tidak percaya, (4) membanggakan diri sendiri atau sombong,  (5)  memotivasi,  (6)  mengeritik,  (7)  mengeluh,  (8)  mengucapkan selamat, (9) mengungkapkan rasa takut, (10), meminta maaf, (11) menyesal, (12) mengungkapkan rasa marah, dan (13) jengkel. Kedua, ditemukan 6 bentuk pelanggaran maksim prinsip kesantunan yang dilakukan oleh pembelajar BIPA di UPT Bahasa UNS, yakni pelanggaran maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Ketiga, ditemukan 5 bentuk implikatur yang dilakukan oleh pembelajar BIPA di UPT Bahasa UNS, yakni implikatur menyalahkan, menolak, menyuruh, meminta, dan menyindir.


Kata Kunci: tindak tutur ekspresif, pelanggaran prinsip kesantunan, implikatur percakapan, BIPA.