Abstrak


IDENTIFIKASI DAN PERANAN KOMODITAS TANAMAN PANGAN UNGGULAN TINGKAT KECAMATAN DI KABUPATEN SUKOHARJO


Oleh :
Rika Maris Chairunisa - H0815104 - Fak. Pertanian

RINGKASAN
Rika Maris Chairunisa. H0815104. 2020. “Identifikasi dan Peranan Komoditas Tanaman Pangan Unggulan Tingkat Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo”. Dibimbing oleh Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P. dan Mei Tri Sundari, S.P., M.Si. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Kabupaten Sukoharjo merupakan bagian wilayah Indonesia yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Sukoharjo tercatat sebagai kabupaten tertinggi di Jawa Tengah yang mampu mencetak surplus beras tahun 2017. Selama ini Sukoharjo juga menjadi penyangga pangan di Jawa Tengah oleh karena itu produktivitas padi dan tanaman pangan lainnya terus dioptimalkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peranan komoditas tanaman pangan unggulan tingkat kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakna dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa produksi komoditas tanaman pangan tiap kecamatan tahun 2014-2018, harga tingkat produsen rata-rata komoditas tanaman pangan Kabupaten Sukoharjo. Alat analisis yang digunakan adalah LQ, KS, Lo, Surplus Pendapatan dan Pengganda Pendapatan.
Hasil Analisis LQ menunjukkan bahwa komoditas tanaman pangan merupakan komoditas unggulan tingkat kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Hasil analisis spesialisasi menunjukkan komoditas kacang tanah terspesialisasi di Kabupaten Sukoharjo dibandingkan komoditas tanaman pangan yang lain dan Kecamatan Bendosari serta Kecamatan Polokarto adalah wilayah yang memiliki keunggulan komparatif. Hasil analisis lokalisasi menunjukkan tidak terdapat pemusatan terhadap komoditas tanaman pangan di Kabupaten Sukoharjo dan Kecamatan Bulu sebagai kecamatan yang terdapat pemusatan kegiatan tanaman pangan. Kecamatan Kartosuro memiliki peranan komoditas tanaman pangan unggulan terhadap perekonomian wilayah yang tinggi hal ini karena surplus pendapatan yang tinggi dan pengganda pendapatan yang ditimbulkanjuga tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bahwa peningkatan nilai tambah terhadap komoditas tanaman pangan unggulan tiap kecamatan hendaknya ditingkatkan dengan diversifikasi produk olahan, perlu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan investasi pada komoditas tanaman pangan unggulan seperti fasilitas produksi tanaman pangan, mempermudah persyaratan peminjaman modal serta pengetahuan petani tentang manajemen pasca panen.