Abstrak


Analisis Risiko Peternakan Ayam Broiler (Pedaging) di Kabupaten Boyolali


Oleh :
Yusron Noor Ibrahim - H0815134 - Fak. Pertanian

RINGKASAN
Yusron Noor Ibrahim. H0815134. 2020. “Analisis Risiko Peternakan Ayam Broiler (Pedaging) di Kabupaten Boyolali”. Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Endang Siti Rahayu M. S., dan Isti Khomah S. P., M.Si. Fakultas Pertanian Sebelas Maret Surakarta.
Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai prospek baik untuk menjalankan usaha ternak ayam broiler. Meskipun demikian, dalam menjalankan usaha ternak ayam broiler harus mempertimbangkan peluang dan risiko. Risiko yang terjadi adalah risiko produksi, risiko harga, dan risiko keuntungan. Risiko tersebut dapat diminimalisir dengan mengidentifikasi dan menganalisis risiko pada usaha ternak ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya total, keuntungan, risiko produksi, risiko harga, risiko keuntungan usaha ternak ayam broiler dan mengetahui upaya penanggulangan risiko yang dilakukan oleh peternak ayam broiler di Kabupaten Boyolali.
Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Penelitian ini mengambil sampel di Kecamatan Nogosari dan Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali. Metode pengambilan lokasi secara purposive dan pengambilan sampel proportional random sampling. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan meliputi
: (1) Analisis biaya, penerimaan, dan keuntungan; (2) Analisis risiko produksi, risiko harga, dan risiko keuntungan dengan nilai koefisien variasi produksi dan batas bawah; (3) Analisis deskriptif kualitatif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya biaya total yang dikeluarkan oleh peternak ayam broiler di Kabupaten Boyolali dalam satu periode selama 35 hari per populasi 5855 ekor sebesar Rp 156.361.092,22. Penerimaan yang diterima per 5855 ekor populasi sebesar Rp 176.307.393,23. Keuntungan yang diterima per 5855 ekor populasi sebesar Rp 19.946.301,01. Produksi yang dihasilkan oleh peternak ayam broiler dalam satu periode selama 35 hari di Kabupaten Boyolali dikategorikan beresiko dengan nilai CV risiko produksi sebesar 0,67. Harga jual ayam broiler dikategorikan tidak beresiko dengan nilai CV risiko harga sebesar 0,012. Sementara itu, keuntungan dikategorikan beresiko dengan nilai CV risiko keuntungan sebesar 0,83 dengan batas bawah - 13.173.923,80. Hal ini menunjukkan bahwa peternak menghadapi risiko dalam menjalankan usaha ternak ayam broiler dan harus berani menanggung peluang kerugian sebesar Rp 13.173.923,80. Upaya yang dilakukan peternak dalam menghadapi risiko produksi yaitu memasang kipas angin tambahan, meng-upgrade kandang dari tipe open ke tipe close. Upaya penanggulangan risiko harga yaitu dengan melakukan panen di waktu yang tepat sehingga berat yang dipanen ayam optimal. Sementara itu, risiko keuntungan yaitu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dengan menghitung FCR (Food Convertion Ratio).