Abstrak


Analisis Waste Dalam Perakitan Fuselage Pesawat Nc212i Ke-117 Dengan Menggunakan Waste Assessment Model Di Pt. Dirgantara Indonesia.


Oleh :
Frisca Pomalia - I0316039 - Fak. Teknik

PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) atas kerja samanya dengan Perusahaan Airbus, merupakan sumber produsen utama dari Pesawat NC212i. Seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan pesawat, PTDI meningkatkan produktivitasnya dari yang sebelumnya 4 buah pesawat menjadi 6 buah pesawat per tahun. Namun, hal ini tidak sejalan dengan keadaan sebenarnya, dimana hampir setiap pengiriman pesawat ke pelanggan mengalami keterlambatan. Keberadaan waste diyakini menjadi salah satu penyebab keterlambatan pengiriman. Berdasarkan hasil observasi pada perakitan Pesawat NC212i ke-117, tepatnya pada bagian fuselage, dapat diidentifikasi 6 waste meliputi : waiting, transportation, overprocessing, inventory, motion, dan defect. Overproduction tidak terjadi karena PTDI menerapkan sistem MTO (Make to Order). Keenam waste ini kemudian diprioritaskan menggunakan Waste Assessment Model (WAM), dan hasil peringkatnya adalah: peringkat pertama sebesar 24,83% untuk defect, peringkat kedua sebesar 22,52% untuk waiting, peringkat ketiga sebesar 17,11 % untuk motion, peringkat keempat sebesar 15,13% untuk inventory, peringkat kelima sebesar 12,80% untuk transportasi, peringkat keenam sebesar 7,61% untuk overprocessing, dan peringkat ketujuh sebesar 0% untuk overproduction. Hasil analisis waste ini dapat digunakan sebagai tindakan selanjutnya untuk meminimalisasi waste yang paling dominan untuk menyelesaikan masalah keterlambatan pengiriman Pesawat NC212i.

 

Kata kunci : pesawat, fuselage, seven waste, waste assessment model