;

Abstrak


Analisis Terjemahan dan Pergeseran Klausa Kompleks Buku Cerita Anak Dwibahasa “Kumpulan Dongeng Motivasi: Stories of Great Virtue


Oleh :
Wahyu Utomo - S131708011 - Pascasarjana

Abstrak

Cerita dongeng akan selalu menjadi sebuah karya cipta, rasa, dan karsa peradabana manusia sepanjang jaman. Dongeng akan selalu menjadi pilihan yang paling tepat dan efisien untuk menanamkan nilai-nilai moral pada setiap komunitas sosial sesuai dengan masanya. Keragaman suku, ras, budaya, dan agama harus dipahami oleh generasi muda bangsa, sehingga mereka kelak akan menjadi generasi yang berbudi pekerti luhur dan penuh dengan rasa toleransi. Penerjemahan memegang peran penting dalam restrukturisasi penulisan cerita dongeng dari manca negara. Oleh karena itu, penulis meyakini bahwa karya terjemahan cerita dongeng merupakan sebuah bidang ilmu yang sangat penting untuk diteliti pada masa ini. Peneliti meyakini bahwa kompleksitas klausa yang terdapat pada Bahasa Sumber dan Bahasa Sasaran memiliki peran penting dalam menentukan kualitas suatu karya terjemahan. Maka dari itu, peneliti merumuskan tiga masalah utama dalam penelitiannya yang mencakup kompleksitas klausa Bahasa Sumber dan Bahasa Sasaran; teknik, metode, dan ideologi penerjemahan; dan kualitas terjemahan cerita dongeng.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, yang menggambarkan data sebagai fenomena nyata, karena memenuhi lima aksioma penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis terjemahan pada pergeseran klausa kompleks dari Bahasa Sumber ke Bahasa Sasaran dalam buku cerita dwibahasa untuk anak-anak “Kumpulan Dongeng Motivasi: Stories of Great Virtue.” Dari sudur pandang Linguistik Sistemik Fungsional, klausa kompleks adalah klausa yang memiliki dua atau lebih proses. Pada penelitian ini, peneliti menganalisis seluruh klausa kompleks dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Kemudian, peneliti menganalisis teknik terjemahan yang digunakan dan kualitas terjemahan. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti telah menemukan lima kategori pergeseran kompleks klausa; A. Kompleks ke Kompleks (tidak bergeser), B. Kompleks ke Kompleks dengan pengurangan klausa, C. Kompleks ke Kompleks dengan penambahan klausa, D. Kompleks ke Simpleks dengan klausa tunggal, dan E. Kompleks ke Simpleks dengan lebih dari satu klausa. Dari sudut pandang penerjemahan, peneliti menemukan bahwa teknik penerjemahan yang paling banyak digunakan oleh penerjemah adalah Padanan Lazim, Pinjaman Murni, dan Modulasi. Teknik-teknik terjemahan ini mempengaruhi pergeseran klausa yang kompleks seperti yang disebutkan sebelumnya. Kualitas terjemahan buku ini mencapai nilai yang sangat tinggi. Berdasarkan Teknik penerjemahan yang mayoritas digunakan, bisa disimpulkan bahwa metode penerjemahan yang digunakan pada buku cerita ini adalah metode komunikatif. Ideologi yang digunakan dalam buku cerita ini cenderung pada ideologi domestikasi.
Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa buku cerita anak dwibahasa “Kumpulan Dongeng Motivasi: Stories of Great Virtue” memiliki lima jenis pergeseran klausa kompleks yang didominasi oleh pergeseran klausa kompleks – kompleks tanpa ada pengurangan atau penambahan klausa. Teknik penerjemahan yang paling banyak digunakan dan mempengaruhi tingginya kualitas terjemahan adalah Padanan Lazim. Penerjemah menggunakan metode penerjemahan komunikatif dan berideologi penerjemahan domestikasi. 

Kata kunci: penerjemahan sastra anak, analisis kualitas terjemahan, Systemic Functional Linguistics, klausa kompleks, sastra anak-anak