;

Abstrak


Komunikasi Pembelajaran Fasilitator terhadap Siswa di Sanggar Anak Alam Yogyakarta


Oleh :
Rusdiah Agustina - S231708026 - Pascasarjana

Abstrak

Dunia pendidikan terus mengalami perkembangan seiring dengan tantangan yang dihadapi saat ini salah satunya menjadi individu yang berkualitas, memiliki identitas diri dan memahami potensi diri. Agar pendidikan menjadi proses yang efektif  serta dapat mengantarkan peserta didik pada tujuan yang diharapkan salah satu subyek yang sangat dikenal adalah guru. Komunikasi antara guru dengan siswa di sekolah masih bersifat satu arah dan siswa tidak berperan aktif dalam kegiatan belajar hanya menerima, mencatat, mengerjakan instruksi dari guru, siswa tidak banyak diberi kesempatan untuk berdialog, berpendapat bahkan berdebat. Metode pembelajaran juga bersifat kompetisi sehingga antara siswa saling bersaing bukan saling kolaborasi. Tujuan penelitian ini untuk melihat komunikasi antara guru atau fasilitator dengan menggunakan pendekatan Tindakan Komunikatif Jurgen Habermas  yakni komunikasi yang dibangun dengan dua arah, egaliter, setara untuk mencapai kesepahaman dan konsensus atau kesepakatan bersama dan Komunikasi instuksional james C McCroskey  sebagai alat analisa. Hal ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana komunikasi pembelajaran yang dilakukan fasilitator  terhadap siswa dalam proses belajar di Sanggar anak alam serta umpan balik dan evaluasinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara fasilitator dengan siswa di Sanggar anak alam telah menerapkan komunikasi dua arah, setara, egaliter untuk mencapai kesepakatan bersama. Karena kegiatan belajar berjalan berdasarkan kesepakatan kelas yang harus dipatuhi oleh fasilitator dan siswa. Sanggar anak alam juga menggunakan metode pembelajaran kooperatif dimana sekolah mengutamakana siswa, belajar secara kelompok, saling bekerjasama, berkolaborasi, saling mendukung. Sehingga berkegiatan disekolah menjadi menyenangkan. Sanggar anak alam adalah sekolah berbasis riset sehingga siswa belajar dengan penuh kesadaran dan memahami apa yang akan dipelajari sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri, berkarya dan memiliki keterampilan hidup. dan komunikasi instruksional yang diterapkan oleh fasilitator tidak kaku, dapat mengenali karakter setiap siswa sehingga fasilitator dapat membangun komunikasi yang sesuai dengan karakter siswa.  Fasilitator selain menjadi pendamping juga berperan sebagai teman dalam diskusi, motivator untuk belajar dengan pemahaman, kesadaran, kooperatif, ketergantungan yang positif, aspiratif dan bertanggung jawab. Komunikasi bersifat dialog yang terbangun disekolah tentu membutuhkan sebuah dukungan baik dari fasilitator, siswa,orangtua dan pihak sekolah. Semua elemen saling berkaitan dan dapat saling menunjang untuk menciptakan tempat belajar  dan  sekolah dapat menjadi komunitas yang komunikatif bagi fasilitator, siswa dan orangtua.

Kata kunci: Komunikasi pembelajaran, Fasilitator terhadap Siswa diSanggar anak alam yogyakarta.