Abstrak


Kearifan Perempuan Banyumas Terhadap Lingkungan Hidup Dalam Novel-Novel Karya Ahmad Tohari: Kajian Ekofeminisme Profetik


Oleh :
Septi Yulisetiani - T841608011 - Pascasarjana

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menggali kearifan perempuan Banyumas terhadap lingkungan hidup dalam perspektif ekofeminisme profetik pada novel-novel Ahmad Tohari. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah:  mengungkap, memahami, dan menangkap pesan-pesan dalam novel-novel Ahmad Tohari tentang gagasan perempuan Banyumas tentang lingkungan hidup berdasar nilai-nilai profetik; aktivitas perempuan Banyumas dalam mengelola lingkungan hidup berdasar nilai profetik; wujud budaya benda-benda ramah lingkungan yang digunakan oleh perempuan Banyumas; dan konstruksi ekofeminisme profetik.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis konten sastra. Teori yang digunakan dikembangkan secara transdisipliner. Pengembangan konsep teoretis berlangsung selama proses penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel yaitu: Di Kaki Bukit Cibalak; Lingkar Tanah Lingkar Air; Orang-Orang Proyek; Bekisar Merah; Ronggeng Dukuh Paruk; dan Kubah. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi yang meliputi tahap menentukan teks, merumuskan masalah, memahami isi, menyusun konstruksi analisis, menarik simpulan, dan memvalidasi bukti.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan perempuan Banyumas terhadap lingkungan hidup dalam novel-novel Ahmad Tohari dapat dilihat melalui gagasan, aktivitas, benda-benda ramah lingkungan, dan konstruksi ekofeminisme profetik. Gagasan perempuan Banyumas tentang lingkungan hidup berdasar nilai profetik terdiri atas gagasan perempuan untuk bijaksana dalam memanfaatkan alam sebagai sumber kehidupan, alam sebagai sumber pangan, alam sebagai sumber pengobatan herbal, dan alam sebagai sumber inspirasi dalam berkesenian. Aktivitas perempuan Banyumas dalam mengelola lingkungan hidup berdasar nilai profetik meliputi aktivitas bijaksana dalam melestarikan hewan, mengelola sumber daya alam menjadi bahan pangan, media bermain, dan bahan obat-obatan. Wujud budaya material ramah lingkungan yang digunakan oleh perempuan Banyumas meliputi benda-benda yang berupa peralatan hidup, bahan pangan, bahan obat-obatan, dan peralatan kesenian. Sebagian wujud material tersebut perlu dikelola dengan konsep memperbaharui kembali (renew) dan memanfaatkan kembali (reuse). Konstruksi ekofeminisme profetik ditunjukkan melalui pembagian peran, perilaku, hak, dan tanggung jawab yang setara antara laki-laki dan perempuan dalam mengelola lingkungan hidup.

Kata Kunci: EkoFeminisme Profetik, Kearifan Perempuan, Lingkungan Hidup