Abstrak


Model Fiksasi Logam Kromium Berbasis Bahan Alami pada Pengolahan Limbah Cair Industri Tekstil


Oleh :
A. A. B. Haryanto - T741708001 - Sekolah Pascasarjana

Industri tekstil merupakan industri yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sandang nasional. Limbah cair yang dihasilkan industri tekstil yang apabila dibuang langsung ke sungai dapat menimbulkan dampak negatif. Pengolahan limbah cair industri tekstil sudah banyak dilakukan, tetapi masih terdapat persepsi negatif adanya dampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini, bertujuan untuk pengembangan campuran yang terdiri dari tanah andisol, fly ash, zeolit, karbon aktif tempurung kelapa (AFZC) sebagai model fiksasi untuk aplikasi penjerap logam kromium yang komprehensif dalam pengolahan limbah cair industri tekstil.

Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan, tahap pertama dilakukan analisis persepsi masyarakat terhadap dampak pengolahan limbah cair tekstil dengan menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada saat penelitian menggunakan metode kuisioner, tahap kedua menentukan komposisi campuran AFZC yang optimal dengan menggunakan eksperimen laboratorium yang didukung dengan metode optimasi dan karakterisasi dari campuran, tahap ketiga menentukan model fiksasi logam kromium yang dapat diaplikasikan di industri tekstil, tahap keempat dilakukan analisis persepsi masyarakat terhadap model fiksasi yang diusulkan dengan metode kuesioner.

Hasil penelitian dari analisis kuisioner menunjukan bahwa persepsi masyarakat terhadap IPAL yang ada kurang baik. Campuran optimum yang didapat dari penelitian memiliki perbandingan komposisi Andisol/Fly ash/Zeolit/Karbon aktif (AFZC) sebesar 40/10/40/10. Komposisi campuran optimum AFZC mampu menurunkan kadar logam kromium dalam larutan standar kromium hingga 99,46 ?n menurunkan kandungan logam kromium dalam limbah cair industri tekstil sampai >82,00 %. Adapun komposisi campuran memiliki waktu kontak maksimum selama 90,00 menit dengan kapasitas adsorpsi sebesar 6,09 mg/g dengan konsentrasi Cr 30,00 ppm dan kejenuhan maksimum pada 18 kali adsorpsi. Untuk industri tekstil dengan produksi limbah cair tekstil sebesar 6.000,00 m3/hari - 10.080,00 m3/hari, dengan konsentrasi kromium total limbah cair industri tekstil 25,00 mg/L dibutuhkan jumlah minimum adsorben sebesar 1.477,83 kg yang ditempatkan di dalam kolam berukuran 15,00 m x 15,00 m x 3,00 m dengan debit 7,50 m3/menit. Sedangkan untuk industri tekstil rumahan dengan rerata produksi limbah cair industri tekstil sebesar 60,00 m3/hari - 100,80 m3/hari,dengan konsentrasi kromium total limbah cair industri tekstil 25,00 mg/L dibutuhkan jumlah minimun adsorben sebesar 14,78 kg yang ditempatkan di dalam kolam berukuran 2,50 m x 2,50 m x 1,00 m dengan debit 0,07 m3/menit. Hasil evaluasi persepsi masyarakat terhadap model fiksasi yang diusulkan menunjukkan penilaian yang baik dan direkomendasikan untuk penerapannya pada industri tekstil.

Kata kunci : adsorben, andisol, fiksasi, fly ash, industri tekstil, karbon aktif, kromium, limbah cair, zeolite.