Penulis Utama : Indah Kusuma Dewi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Tinjauan tentang kekuatan pembuktian pemeriksaan di tempat dalam proses pemeriksaan sengketa perdata di Pengadilan Negeri Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Hukum UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Hukum NIM.E0001158-2005
Subyek : HUKUM PERDATA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penulisan hukum (skripsi) ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemeriksaan sengketa perdata di Pengadilan Negeri Surakarta dengan diajukannya pemeriksaan di tempat sebagai alat bukti. Adapun masalah yang diteliti yaitu mengenai cara pengajuan alat bukti  pemeriksaan di tempat bila obyek sengketa ada di dalam dan di luar wilayah Pengadilan Negeri Surakarta, obyek sengketa yang memerlukan pemeriksaan di tempat di dalam pembuktiannya serta kekuatan pembuktian pemeriksaan di tempat.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif, yaitu penelitian untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang manusia, keadaan alam atau gejala tertentu. Mengenai data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara wawancara dan studi kepustakaan dengan mempelajari berkas perkara yang berupa berita acara persidangan, berita acara pemeriksaan di tempat, serta putusan di Pengadilan Negeri Surakarta, buku – buku literatur dan peraturan perundang – undangan, selanjutnya dianalisa secara kualitatif untuk menghasilkan data deskriptif.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cara pengajuan alat bukti pemeriksaan di tempat bila obyek sengketa ada di dalam wilayah Pengadilan Negeri Surakarta adalah dengan mengajukan permohonan pemeriksaan di tempat baik secara lisan maupun tertulis kepada majelis hakim lalu majelis hakim menanggapi permohonan tersebut dengan pertimbangan seberapa pentingnya hal pemeriksaan di tempat itu dilakukan. Jika dianggap penting permohonan tersebut dikabulkan kemudian majelis hakim memberitahukan kepada Panitera, sedangkan pihak yang meminta pemeriksaan di tempat membayar biaya pemeriksaan di tempat kepada Panitera dan pada agenda persidangan selanjutnya pemeriksaan di tempat dilaksanakan. Bila obyek sengketa ada di luar yurisdiksi Pengadilan Negeri Surakarta maka pengajuannya seperti pada pengajuan pemeriksaan di tempat jika obyek sengketa ada di wilayah Pengadilan Negeri Surakarta tetapi prosedurnya ditambah dengan pelimpahan pemeriksaan. Ketika majelis hakim memberitahu  tempat obyek sengketa yang akan diperiksa kepada Panitera kemudian Panitera meminta bantuan ke Pengadilan Negeri tempat obyek sengketa itu berada dengan menyertakan daftar pertanyaan yang diperlukan. Di Pengadilan Negeri setempat yang terdapat obyek sengketa tersebut menunjuk majelis hakim untuk melaksanakan pemeriksaan di tempat dengan materi yang telah disusun tadi dan akhirnya mengirimkan hasilnya ke Pengadilan Negeri Surakarta. Namun dalam pelaksanaannya, terhadap obyek sengketa yang ada di luar wilayah Pengadilan Negeri Surakarta, ada juga hakim yang tidak menggunakan prosedur pelimpahan pemeriksaan kepada Pengadilan Negeri yang membawahi obyek sengketa tersebut dan langsung melaksanakan pemeriksaan di tempat.

Adapun yang termasuk di dalam obyek sengketa yang memerlukan pemeriksaan di tempat pada pembuktiannya adalah semua obyek sengketa baik benda bergerak maupun benda tidak bergerak. Untuk benda tetap atau tidak bergerak, terdapat ketentuan yang jelas tentang pelaksanaan pemeriksaan di tempat berdasarkan SEMA No. 7 tahun 2001, yang menyatakan bahwa pemeriksaan di tempat yang berkenaan dengan obyek perkara yang perlu mendapatkan keterangan lebih rinci terutama terhadap benda tidak bergerak, maksudnya adalah lebih baik dilaksanakan jika telah disetujui oleh para pihak, baik diminta oleh para pihak sendiri, maupun oleh majelis hakim karena merasa perlu mendapat keterangan yang lebih rinci atau karena diajukannya eksepsi (hal ini diartikan bersifat sunah muakad bagi hakim di Pengadilan Negeri Surakarta). 

Sedangkan kekuatan pembuktian pemeriksaan di tempat dapat dibagi menjadi dua, yaitu kekuatan pembuktian bebas jika pemeriksaan di tempat itu menyangkut pada pokok perkaranya karena pemeriksaan di tempat tidak bisa digunakan untuk membuktikan tentang pokok perkaranya. Untuk mengatasi hal tersebut pemeriksaan di tempat memerlukan dukungan dari alat bukti lain yaitu alat bukti surat, saksi, pengakuan dan sumpah. Sedangkan  kekuatan pembuktian yang satunya bersifat mengikat sepanjang mengenai formalitas gugatannya karena pemeriksaan di tempat berfungsi untuk membuktikan tentang batas-batas, luas tanah serta subyek yang menguasai obyek sengketa tersebut dimana hal ini menyangkut tentang syarat formal suatu gugatan.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Harjono S.H M.H
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Hukum