Penulis Utama : M. Nursholiqin
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Peranan polisi khusus kehutanan di Wilayah KPH Randublatung tahun 1966-2002
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Sastra UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0500043-2005
Subyek : POLISI KEHUTANAN
Jenis Dokumen :
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif analitis yang berusaha mendeskripsikan serta menganalisa tentang perkembangan dan peranan Polisi Khusus Kehutanan di wilayah KPH Randublatung tahun 1966 – 2002. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang, (1) latar belakang pembentukan dan perkembangan dari Polisi Khusus Kehutanan, (2) peranan dari Polisi Khusus Kehutanan di KPH Randublatung dalam rangka mengamankan hutan dari gangguan keamanan hutan, khususnya pencurian kayu (penjarahan hutan) dan (3) persepsi dari masyarakat atas peranan dan tindakan Polisi Khusus Kehutanan di wilayah KPH Randublatung. Penelitian ini merupakan penelitian historis sehingga langkah-langah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi heuristik, kritik sumber baik intern maupun ekstern, interpretatif dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Dari hasil pengumpulan data, kemudian data dianalisa dan diinterpretasikan berdasarkan sebab-akibat.

Gangguan keamanan hutan terjadi adanya beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya pengaruh keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan yang miskin, dan juga adanya white collar crime yang melibatkan unsur dari dalam aparat keamanan hutan sendiri, serta adanya faktor-faktor lain yang secara tidak langsung mempengaruhi munculnya gangguan keamanan hutan. Gangguan keamanan hutan umumnya dilakukan oleh manusia, berupa pencurian hasil hutan, penggembalaan liar di kawasan hutan, perladangan liar atau penyerobotan tanah, kebakaran dan lain-lain. Sebagaimana di KPH Randublatung yang terkenal kaya akan hasil hutan berupa kayu jati, tentunya tidak terlepas dari permasalahan keamanan hutan. Tingkat gangguan keamanan hutan di wilayah ini yang tertinggi adalah tindakan pencurian kayu, bahkan di awal era reformasi, hingga berujung menjadi penjarahan hutan secara masal, yang sempat menjadi suatu fenomena sosial tersendiri atas masyarakat sekitar hutan di wilayah ini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa dalam melaksanakan tindakan pengamanan hutan, Polisi Khusus Kehutanan melakukan pendekatan polisional, yaitu dengan tindakan secara preventif, represif dan dengan skill dan technical know-how. Keberhasilan yang paling tinggi bagi aparat keamanan hutan adalah bilamana tahu aturan dan prosedur atau tata caranya, sehingga mampu mencegah terjadinya ancaman dan gangguan terhadap hutan dan hasil hutan lainnya. Oleh karena itu setiap insan aparat keamanan hutan harus mampu dan mengerti dalam melakukan kegiatan-kegiatan pengamanan hutan, baik yang bersifat preventif maupun persuasif terhadap masyarakat sekitar hutan guna meningkatkan kesadaran hukum dan partisipasinya dalam menjaga keamanan hutan, yang selama ini peranan tersebut dirasa kurang maksimal dalam pelaksanaannya.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs. Warto, M.Hum
2. Dra. Sri Wahyuningsih, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa