Penulis Utama : Anis Mardiana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Analisis deskriptif dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap anggaran negara dan perekonomian indonesia
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0101017-2005
Subyek : INDONESIA-KONDISI EKONOMI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tingginya harga minyak mentah di pasaran dunia menimbulkan masalah yang cukup mengkhawatirkan bagi perekonomian Indonesia. Tingkat konsumsi BBM Indonesia yang terus meningkat ternyata tidak diimbangi dengan kenaikan kapasitas produksi minyak. Akibatnya, pemerintah harus memenuhi selisih kekurangan pasokan dalam negeri tersebut melalui impor. Harga minyak yang tinggi menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan dana yang lebih besar untuk mengimpor, sementara di sisi lain, penerimaan migas tidak mampu menutupi biaya impor karena volume ekspor migas yang terus berkurang. Ditambah lagi, rupiah terus terdepresiasi. Konsekuensi yang terjadi yaitu, pemerintah harus mengalokasikan dana dengan jumlah yang semakin besar untuk subsidi BBM. Penjualan BBM domestik yang ditetapkan dengan harga rendah dan di bawah harga pasar yang sebenarnya menyebabkan kenaikan harga minyak yang terjadi semakin membebani APBN akibat tingginya subsidi BBM yang harus dikeluarkan pemerintah.

Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan alur ekonomi dari pembayaran sektor migas dalam APBN, sementara perhitungan rasio pertumbuhan dan rasio kontribusi digunakan untuk menjelaskan deskripsi pengaruh kenaikan harga migas terhadap perekonomian nasional. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan konsep elastisitas untuk menghitung tingkat efisiensi konsumsi BBM terhadap PDB Indonesia.

Dari hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa penerimaan migas yang diperoleh Indonesia merupakan pendapatan bagi hasil dari kontrak kerjasama antara Pertamina, pemerintah, dan para kontraktor migas. Pajak yang dipungut dari bagian kontraktor sebagai kompensasi kepada negara atas kegiatan eksplorasi minyak masuk ke APBN sebagai Pajak Penghasilan (PPh) migas. Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam (PNBP SDA) migas diperoleh dari bagian pemerintah yang telah disepakati dalam kontrak kerjasama. Dari sisi pengeluaran, besarnya subsidi BBM ditentukan berdasarkan biaya pengadaan BBM dalam negeri dan harga jual yang ditetapkan pemerintah. Semakin rendah harga jual yang ingin ditetapkan pemerintah, semakin besar dana yang harus dikeluarkan untuk subsidi BBM. Perhitungan elastisitas total menunjukkan bahwa tingkat efisiensi penggunaan BBM di Indonesia sangat boros. Besarnya tambahan konsumsi BBM yang dibutuhkan untuk menghasilkan tambahan satu persen output dalam PDB Indonesia mencapai 0.94 persen, atau dengan kata lain, komposisi BBM dalam menghasilkan keseluruhan output dalam PDB Indonesia mencapai 94 persen.

Saran-saran yang dapat diajukan antara lain dengan peningkatan intensifikasi produksi minyak, upaya konservasi dan diversifikasi energi, serta alokasi yang bijak dalam pemberian subsidi untuk komoditas yang paling rentan terkena dampak kenaikan harga BBM

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs. BRM. Bambang Irawan, MSi
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis