Penulis Utama : Diyani B.U
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Pengaruh Teh Hijau Terhadap Kerusakan Histologis Sel Hepar Mencit Akibat Pemberian Minyak Goreng Bekas
Edisi : -
Imprint : Surakarta - FKUNS - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS- FKUNS - NIm. G0001082 , 2004
Subyek : HISTOLOGI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Diyani B.U.,G0001082,2004, Pengaruh Teh Hijau Terhadap Kerusakan Histologis Sel Hepar Mencit Akibat Pemberian Minyak Goreng Bekas, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Minyak goreng bekas mengandung radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel hepar, sedangkan teh hijau mengandung antioksidan yang dapat mengurangi kerusakan sel hepar akibat pemberian minyak goreng bekas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek teh hijau (Camellia sinensis) terhadap kerusakan histologis sel hepar mencit akibat pemberian minyak goreng bekas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Desain penelitian menggunakan The Post Test Only Control Group Design. Sampel mencit berumur 6 – 8 minggu, dibagi secara acak menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri 10 ekor mencit. Mencit kelompok kontrol (K) diberi aquadest sebanyak 0,1ml/10 gr BB per oral selama 14 hari, mencit kelompok perlakuan I (PI) diberi minyak goreng bekas sebanyak 0,1 ml / 10 gr BB per oral pada hari ke-8,10,12, dan mencit kelompok perlakuan II (PII) diberi teh hijau 0,06 gram dalam 0,5 ml aquadest sebanyak 0,1 ml / 10 gr BB per oral selama 14 hari dan minyak goreng bekas sebanyak 0,1ml/10 gr BB pada hari ke-8,10,12. Pada hari ke – 15 semua hewan dikorbankan, lalu dilakukan pengamatan terhadap kerusakan histologis sel hepar. Data yang diperoleh dibandingkan perbedaannya antara ketiga macam kelompok perlakuan dengan uji Anava, dan perbedaan antara masing-masing kelompok perlakuan dibandingkan dengan menggunakan uji t. Hasil uji Anava menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara ketiga kelompok perlakuan. Dengan uji t didapatkan perbedaan bermakna dari jumlah sel yang berinti piknotik antara K dan PI, serta antara PI dan PII. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada jumlah sel yang berinti piknotik antara K dan PII. Kesimpulan yang diperoleh bahwa pemberian teh hijau sebesar 0,06 gram dalam 5 ml aquadest selama 14 hari berturut – turut dapat mencegah kerusakan struktur histologis sel hepar yang disebabkan minyak goreng bekas 0,1 ml / 10 gr BB yang diberikan pada hari ke – 8, 10, dan 12 pada mencit dengan menggunakan parameter inti piknotik. Kata Kunci : Teh hijau, Minyak goreng bekas, inti piknotik
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Bambang Widjokongko, dr.
2. Muthmainah, dr., M.Kes
Catatan Umum : Tidak ada
Fakultas : Fak. Kedokteran