Penulis Utama : Rina Hastuti
Penulis Tambahan : 1. -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Perbandingan Efek Analgesik Air Rebusan Tanaman Bandotan (Ageratum conyzoides L) dengan Aspirin Dosis Terapi pada Mencit
Edisi : -
Imprint : Surakarta - FKUNS - 2004
Kolasi : xii : 31 hal. Illus, Tab. Lamp : 22X28 Cm.
Sumber : UNS-FKUNS-Nim. G. 0001142- 2004
Subyek : FARMAKOLOGI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Rina Hastuti, G0001142, 2004. PERBANDINGAN EFEK ANALGESIK AIR REBUSAN TANAMAN BANDOTAN ( Ageratum conyzoides L ) DENGAN ASPIRIN DOSIS TERAPI PADA MENCIT, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Perkembangan pemanfaatan obat tradisional terus digalakkan melalui berbagai program pemerintah. Keluhan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat adalah rasa nyeri dan selama ini masyarakat menggunakan obat analgesik (modern) untuk meringankan atau menyembuhkannya. Oleh karena itu berbagai penelitian tentang obat analgesik tradisional perlu terus dikembangkan. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan percobaan mengenai kekuatan efek analgesik dari tanaman Bandotan (Ageratum conyzoides L) dibanding aspirin (obat analgesik modern) dosis terapi pada mencit. Penelitian tentang kekuatan efek analgesik dari tanaman Bandotan dibanding aspirin dosis terapi pada mencit ini merupakan penelitian eksperimental post only control group design. Hewan uji berupa mencit jantan galur Swiss Webster sebanyak 30 ekor dengan usia 2-3 bulan dan berat badan kira-kira 20-30 gram. Mencit dibagi dalam 5 kelompok, kelompok I aquadest sebagai kontrol negatif, kelompok II aspirin 1.3 mg / 20 gr BB mencit, kelompok III, IV dan V masing- masing pemberian air rebusan tanaman Bandotan dosis 156 mg / 20 gr BB mencit, 468 mg / 20 gr BB mencit dan 780 mg / 20 gr BB mencit per oral. Efek analgesik dinilai dengan mengamati jingkatan mencit pada hot plate. Hasil penelitian diperoleh rata-rata jumlah jingkatan mencit untuk kelompok I = 56.333, kelompok II = 10.333, kelompok III = 24.167, kelompok IV = 18.667 dan kelompok V = 15.667. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan uji anava untuk membandingkan 5 kelompok dan dilanjutkan dengan uji t untuk membandingkan mean 2 kelompok. Hasil uji anava menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara 5 kelompok (Fo = 68.602 > F tabel = 2,76 ; = 0.05). Pada uji t antara kelompok I dengan kelompok III, IV dan V terdapat perbedaan yang bermakna ( t hitung > t table, =0.05).Proteksi mencit terhadap induksi nyeri panas hot plate kelompok II = 81.66%, kelompok III = 57.10%, kelompok IV = 66.86% dan kelompok V = 72.19%. Kesimpulan penelitian ini bahwa pemberian air rebusan tanaman Bandotan per oral memberikan efek analgesik pada mencit, semakin tinggi dosis efek analgesiknya semakin besar. Kekuatan efek analgesik air rebusan tanaman Bandotan lebih rendah dibanding aspirin dosis terapi. Kata kunci : air rebusan tanaman Bandotan; aspirin; analgesik
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Achmad Subakir, dr
2. Siti Utari, Dra, M.Kes
Catatan Umum : Tidak ada
Fakultas : Fak. Kedokteran