Penulis Utama : Endang Dwi Hastuti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Pengaruh motivasi dan stres kerja terhadap kinerja karyawan dengan gaya kepemimpinan sebagai variabel pemoderisasi
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak.Ekonomi - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak.Ekonomi NIM.1203126
Subyek : MANAJEMEN PEGAWAI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

PENGARUH MOTIVASI DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN GAYA KEPEMIMPINAN

SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

(Survei Pada Hotel Dwi Agung Bina Mulia Surakarta)

Masalah yang hendak dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah, pertama, apakah motivasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan; kedua, apakah stres kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan; ketiga, apakah gaya kepemimpinan memoderasi pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan; keempat, apakah gaya kepemimpinan memoderasi pengaruh stres terhadap kinerja karyawan. Sehubungan dengan masalah tersebut diajukan hipotesis sebagai berikut: pertama, motivasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan; kedua, stres mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan; ketiga, gaya kepemimpinan memoderasi pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan; keempat, gaya kepemimpinan memoderasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan.

Sejalan dengan masalah dan hipotesis tersebut, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis regresi bertingkat. Penelitian ini mengambil tempat di Hotel Dwi Agung Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian populasi karena jumlah populasi yang diambil kurang dari 100, maka semua populasi dijadikan sampel.

Hasil uji validitas menggunakan teknik pearson product moment dari empat variabel penelitian dengan total 48 item pertanyaan semua dinyatakan valid. Analisa regresi bertingkat adalah analisis regresi yang dilakukan berkali-kali dengan komposisi variabel yang berbeda, mungkin ditambah atau dikurangi. Pada analisis regresi I menunjukkan R2 sebesar 17,8% kinerja karyawan dipengaruhi oleh motivasi sedangkan sisanya 82,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor selain motivasi, dengan nilai F sebesar 10,421 signifikansi nilai F sebesar 0,002, dan nilai t sebesar 3,228 dengan signifikansi t sebesar 0,002 dibawah 0,05. Regresi II menunjukkan R2 sebesar 19,9 % kinerja karyawan dipengaruhi oleh stres kerja sedangkan 80,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor selain stres kerja, nilai F sebesar 11,918 dengan signifikansi nilai F sebesar 0,001, dan nilai t sebesar –3,452 dengan signifikansi nilai t sebesar 0,001 dibawah 0,05. Analisis regresi III menunjukkan R2 variabel motivasi yang dimoderasi oleh gaya kepemimpinan sebesar 46,7% sedangkan sisanya 53,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor selain motivasi yang dimoderasi oleh gaya kepemimpinan, dengan nilai F sebesar 20,566 signifikansi nilai F sebesar 0,000, dan nilai t motivasi kerja setelah adanya variabel moderasi berubah menjadi 5,041 dengan signifikansi nilai t sebesar 0,000 dibawah 0,05. Sedangkan pada analisis regresi IV menunjukkan R2 variabel stres kerja yang dimoderasi oleh gaya kepemimpinan berubah menjadi 0,408 dan mengalami kenaikan sebesar 20,9% sedangkan sisanya 79,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor selain stres kerja yang didukung oleh gaya kepemimpinan sebagai variabel moderator, dengan nilai F sebesar 16,225 signifikansi nilai F sebesar 0,000, dan nilai t stres kerja setelah adanya variabel moderator berubah menjadi 4,080 dengan signifikansi nilai t sebesar 0,000.

Berdasarkan analisis tersebut maka diambil kesimpulan: pertama, motivasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yang ditunjukkan oleh signifikansi nilai F dan nilai t sebesar 0,002; kedua, stres mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yang ditunjukkan signifikansi nilai F dan nilai t sebesar 0,001; ketiga, gaya kepemimpinan memoderasi pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan yang ditunjukkan adanya kenaikan nilai R2, nilai F, dan nilai t masing-masing sebesar 28,9%, 1014,5%, dan 181,3%; keempat, gaya kepemimpinan memoderasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan, hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan nilai R2, nilai F, dan nilai t masing-masing sebesar 20,9%, 430,7%, dan 62,8%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan beberapa saran untuk meningkatkan kinerja karyawan yaitu; (1) Perusahaan hendaknya lebih memperhatikan motivator yang dapat memotivasi karyawan, seperti tunjangan kesehatan, tunjangan kelahiran, rekreasi, pemberian bonus dan promosi bagi karyawan yang berprestasi secara adil, dan fasilitas makan siang di dalam perusahaan; (2) Meminimalisasikan stressor-stressor yang dialami karyawan, seperti perbaikan kondisi tempat kerja dan pemberian kesempatan yang adil bagi setiap karyawan untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan; (3) Membuat kebijakan yang dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya penerapan gaya kepemimpinan yang konsisten, seperti melibatkan karyawan dalam berpendapat dan mengambil keputusan di lingkungan kerja agar kinerja karyawan dapat semakin meningkat.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dra. Soemarjati. Tj, MM
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis