Penulis Utama : ENDANG LISTIANI
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : PENYIMPANGAN FONOLOGIS PADA NS (Studi Kasus Pasien Disartria di Rumah Sakit Jiwa Pusat Surakarta)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Universitas Sebelas Maret - 2004
Kolasi : 129 hal.:
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0297026-2004
Subyek : FONOLOGI
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian tentang “Penyimpangan Fonologis pada NS (Studi Kasus Pasien Disartria di Rumah Sakit Jiwa Pusat Surakarta)” bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lengkap tentang kemampuan bertutur bahasa pada NS sebagai pasien disartria, karakteristik fonetik dan penyimpangan fonologis yang terjadi, serta upaya pemulihannya melalui penerapan teori fitur distingtif.

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Pusat Surakarta dengan menggunakan metode studi kasus, yaitu suatu metode yang digunakan untuk mengkaji suatu fenomena secara mendalam. Dalam hal ini, penulis mengkaji secara mendalam fenomena yang terdapat pada NS, karena dinilai memiliki ciri-ciri khusus dalam hal struktur bahasa, terutama penyimpangan fonologisnya sebagai penderita disartria. Metode studi kasus yang ada dalam penelitian ini bersifat sederhana dan merupakan single site case study, karena dilakukan di satu tempat saja.

Sumber data penelitian ini diperoleh dari data primer yang berasal dari pengamatan dan wawancara dengan NS selaku subjek penelitian, wawancara dengan dokter, perawat, dan keluarga, serta data sekunder yang diperoleh dari media cetak seperti buku-buku, majalah, dan dokumen. Kemudian data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik analisis induktif, yaitu mengkaji data melalui proses yang berlangsung dari fakta menuju suatu hipotesis dan mengujicobakannya. Penelitian ini dilakukan dengan menetapkan hipotesis bahwa teori fitur distingtif dapat digunakan untuk menganalisis penyimpangan fonologis pada pasien disartria dan penerapannya untuk terapi wicara dapat mempercepat proses pemulihannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa NS memiliki kemampuan bertutur yang jelek, penguasaan kosa-kata yang sangat terbatas, serta penguasaan tata bahasa yang di ambang normal. Penyimpangan fonologis yang paling menonjol adalah penggantian beberapa fonem yang berdistribusi baik pada awal, tengah maupun pada akhir kata dengan fonem nasal /n/ dan /m/.

Terapi wicara dengan menggunakan teori fitur distingtif dilakukan pada NS dengan cara menganalisis kesalahan ucapan dari segi fitur distingtifnya, pembuatan rumus fonologi generatif yang menyebabkan kesalahan tersebut, dan melakukan latihan pengucapan pasangan kata minimal. Dalam penelitian ini terapi wicara baru bisa dilakukan sebanyak tiga kali, setiap kali pertemuan selama 30 menit dengan waktu tenggang satu hari.

Hal-hal penting yang dapat disimpulkan dari penelitian ini yaitu, terapi wicara dengan teori fitur distingtif dapat memperbaiki penyimpangan bahasa pada NS, pasien disartria. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapi wicara seharusnya dilakukan secara berkala minimal dua kali dalam seminggu dengan waktu 30 menit dalam setiap pertemuan selama minimal satu setengah tahun. Meskipun belum dilakukan secara maksimal, terapi wicara yang diujicobakan pada NS ini telah memperlihatkan adanya kemajuan perbaikan kemampuan bertuturnya, dengan ditandai adanya peningkatan kemampuan pengucapan beberapa fonem yang sebelumnya tidak dapat diucapkan dengan baik dan sempurna, di antaranya adalah pengucapan fonem /j/ yang mendekati pengucapan bunyi yang benar. Pengucapan fonem /r/ juga tampak membaik. Pengucapan bunyi /r/ yang dulunya diganti dengan fonem /l/ telah mulai ditinggalkan, sehingga pengucapan fonem /r/ meskipun masih belum begitu jelas bunyi /r/, telah tampak usaha NS untuk menarik lidahnya dari titik alveolar.

Selama ini terapi wicara yang digunakan oleh lembaga-lembaga yang terkait dengan upaya rehabilitasi gangguan berbahasa di Solo, masih menggunakan terapi-terapi yang dalam dunia linguistik masih berada baik pada tingkatan linguistik tradisional maupun taksonomik, belum sampai pada terapi yang dianggap lebih maju, yaitu dengan penerapan teori fitur distingtif. Melalui penelitian ini, penulis berharap bahwa terapi wicara dengan menerapkan teori fitur distingtif dapat dikenal oleh masyarakat, minimal di kota Solo. %%%

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. 1. Prof. Dr. Kunardi Hardjoprawiro, M. Pd.
2. Drs. Hanifullah Syukri, M. Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa