Penulis Utama : Ika Yudiastanti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Pengembangan dan pengkuran indikator pembangunan daerah di Era Otonomi (studi kasus di Kabupaten Kudus Jawa Tengah)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0100036
Subyek : OTONOMI DAERAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan kondisi daerah/ wilayah hasil pengembangan dan pengukuran indikator pembangunan daerah yang diwujudkan dalam besaran/ angka IPD (Indeks Pembangunan Daerah), IKP (Indeks Kapasitas Pemerintahan), IPW (Indeks Perkembangan Wilayah) dan IKM (Indeks Keberdayaan Masyarakat) secara total, menurut kecamatan di Kabupaten Kudus selama tahun 2000, 2001 dan 2002. Hipotesis hasil penelitian ini adalah bahwa gambaran dan kondisi hasil pengembangan dan pengukuran indikator pembangunan daerah yang diwujudkan dalam besaran/ angka IPD, IKP, IPW dan IKM secara total, menurut kecamatan di Kabupaten Kudus selama tahun 2000, 2001 dan 2002 mengalami perbedaan yang berarti.Penelitian ini berupa studi kasus pada 9 (sembilan) kecamatan yang berada di Kabupaten Kudus. Instrumen penelitian yang digunakan berupa daftar yang memuat pertanyaan berkaitan dengan data-data yang diperlukan, sedang metode pengumpulan datanya adalah hanya dengan mengambil dan mencatat data-data sesuai daftar pertanyaan. Metode analisis data yang digunakan untuk penyusunan dan perumusan IPD berupa kajian data statistik dengan model skoring/ pembobotan, sedang untuk pengujian hipotesis digunakan uji F.Hasil analisis data menunjukkan peringkat IPD tertinggi menurut kecamatan di Kabupaten Kudus selama 3 (tiga) tahun berturut-turut selalu ditempati oleh Kecamatan Kota, sedang peringkat IPD terendah berturut-turut ditempati Kecamatan Jekulo, Kecamatan Undaan dan Kecamatan Undaan. Peringkat IKP tertinggi berturut-turut ditempati Kecamatan Undaan, Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Mejobo; sedang IKP terendah berturut-turut ditempati Kecamatan Bae, Kecamatan Bae dan Kecamatan Kaliwungu. Peringkat IPW tertinggi maupun terendah berturut-turut selalu ditempati masing-masing oleh Kecamatan Kota dan Kecamatan Undaan. Peringkat IKM tertinggi maupun terendah berturut-turut selalu ditempati masing-masing oleh Kecamatan Kota dan Kecamatan Undaan. Kesimpulan atas uji F yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: (i) Pendugaan sementara bahwa terdapat perbedaan angka IPD yang berarti, tidak terbukti (ii) Pendugaan sementara bahwa terdapat perbedaan angka IKP yang berarti, terbukti (iii) Pendugaan sementara bahwa terdapat perbedaan angka IPW yang berarti, tidak terbukti (iv) Pendugaan sementara bahwa terdapat perbedaan angka IKM yang berarti, tidak terbukti.Pemerintah daerah diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai tolok ukur tingkat keberhasilan pengelolaan pemerintahan di tingkat kecamatan, acuan untuk alokasi dana perimbangan, penyusunan kebijakan, serta acuan dalam memperkaya basis data di tingkat kecamatan. Selain itu, sebaiknya upaya-upaya untuk meningkatkan nilai IPD, IKP, IPW dan IKM terus dilakukan.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis