Penulis Utama : Rois Mustofa
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Tinjauan terhadap realisasi dan prospek sumber-sumber PAD serta hubungannya dengan PDRB & APBD sebelum dan sesudah otonomi daerah (studi kasus Kabupaten Purworejo)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0101069
Subyek : PENDAPATAN ASLI DAERAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan sumber-sumber PAD, yang terdiri dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Laba Badan Usaha Milik Daerah, dan Lain-Lain Penerimaan Yang Sah, serta prospek dari tiap sumber tersebut selama kurun waktu Tahun 1995/1996-2004. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui kontribusi masing-masing sumber PAD di Kabupaten Purworejo dan sumber manakah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PAD. Untuk melengkapi analisis, variabel PAD dihubungkan dengan APBD (agar diketahui proporsi PAD di APBD) dan dihubungkan pula dengan PDRB ( untuk mengetahui kecenderungan pengaruh PDRB terhadap APBD).Analisis trend linier digunakan untuk melihat kecenderungan pengaruh PDRB terhadap PAD, selain itu, masing-masing sumber PAD dibuat trend sekulernya dengan data time series yang telah dikumpulkan. Lebih lanjut, digunakan pula analisa proporsi/kontribusi dan uji beda 2 mean untuk menguji apakah masing-masing sumber PAD benar-benar mengalami peningkatan atau tidak setelah adanya otonomi daerah. Penelitian ini menggunakan data sekunder ( data-data statistik yang sudah dibukukan dari instansi yang terkait) dan data primer (hasil wawancara) sebagai pelengkap analisa kuantitatif.Hasil perhitungan dengan metode diatas didapatkan kesimpulan bahwa tiga sumber PAD mengalami pertumbuhan/peningkatan pasca otonomi daerah, yaitu : Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Lain-Lain Penerimaan yang Sah. Sedangkan untuk Laba Perusahaan Daerah, terbukti bahwa pasca otonomi daerah tidak mengalami peningkatan (rata-rata sebelum sama dengan rata-rata sesudah otonomi daerah).Retribusi, sebelum otonomi daerah (dari tahun 1995/1996 s.d tahun 1997/1998) menjadi kontributor no. 2 setelah Lain-Lain Penerimaan Yang Sah, hal ini disebabkan struktur penyusunannya dalam APBD, dimana susunannya terpengaruh oleh perundang-undangan yang berlaku ( UU No. 5 tahun 1974). Mulai tahun 1998/1999 s.d tahun 2004 (pasca otda), retribusi selalu memberikan kontribusi terbesar. Retribusi adalah sumber penerimaan yang paling potensial untuk dikembangkan, mengingat sektor ini fleksibel untuk diintensifikasi dan didiversifikasi oleh pemerintahan pada tingkat kabupaten.PAD Kabupaten Purworejo pasca otonomi daerah memiliki proporsi yang semakin kecil dalam APBD. Hal ini karena adanya Dana Alokasi Umum yang secara nominal dan prosentase sangat besar, sehingga proporsi PAD di APBD menjadi kecil. Tercatat pada tahun 1995/1996 masih sebesar 20,38%. Pada tahun 2004 menjadi hanya sebesar 5,99%. Selain itu, perkembangan PAD Kabupaten Purworejo tidak sebanding dengan belanja yang dikeluarkan, sehingga sektor pembiayaan otomatis juga semakin besar.Berkaitan dengan PDRB, dari hasil analisis diketahui bahwa PDRB memang memiliki kecenderungan untuk mempengaruhi PAD secara positif, hal ini memberi arti bahwa perbaikan sarana perekonomian yang dapat menunjang pendapatan asli masyarakat (berhubungan pula dengan PDRB) perlu untuk terus dilakukan.Berdasarkan kesimpulan yang telah diambil, penulis memberikan saran sebagai berikut : Pemerintah Kabupaten Purworejo sangat perlu menempuh kebijakan yang produktif berkaitan dengan penanganan sumber-sumber PAD, secara khusus, langkah tersebut dapat berupa penanganan terhadap perusahaan-perusahaan daerah melalui peninjauan kebijkan yang sudah tidak relevan, pemberian insentif, dan perluasan network terhadap stakeholder perusahaan daerah, terutama para investor. Begitu juga untuk masalah retribusi, mengingat sektor ini berhubungan dengan pemberian kompensasi langsung ke masyarakat,maka perbaikan mutu pelayanan perlu dilakukan agar masyarakat (sebagai konsumen), dapat terlayani dengan baik, sehingga menambah pendapatan dari sektor ini. Hal lain yang tak kalah urgen untuk dibenahi adalah sistem pemungutan dan penanggulangan kebocoran dari tiap-tiap sumber penerimaan PAD, intensifikasi yang hanya mengejar target tidak akan banyak berarti tanpa diimbangi sistem pembukuan yang akuntabel dan transparan.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs Supriyono
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis