Penulis Utama : Dwi Agus Tersiertiono
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2003
Judul : Analisis struktur dan kinerja industri bank asing di indonesia sebelum dan sesudah krisis moneter 1997 (studi kasus tahun 1992-2001).
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0198032
Subyek : BANK DAN PERBANKAN INTERNASIONAL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Didasarkan pada momen krisis moneter 1997 yang menghantam perekonomian negara kita serta imbasnya tak terkecuali pada industri perbankan nasional, penulis mencoba mengamati dalam perspektif ekonomi industri kelompok bank asing—yang terlihat lebih mampu untuk bertahan dalam menghadapi goncangan perekonomian. Hal tersebut melatarbelakangi tujuan khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini, yakni 1)Untuk mengetahui kondisi struktur pasar kelompok bank asing di Indonesia tahun 1992 sampai dengan tahun 2001 berdasarkan konsentrasi pangsa pasar bank atas aset, kredit yang diberikan, dan dana pihak ketiga; 2)Untuk mengetahui hubungan antara struktur pasar yang terdiri dari pangsa pasar bank atas aset, kredit yang diberikan, dan dana pihak ketiga dengan kinerja industri yang diwakili oleh Return o n Assets (ROA), rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), dan current ratio; serta 3)Untuk mengetahui terdapat tidaknya perbedaan kinerja industri bank asing di Indonesia yang dilihat dari ROA, BOPO, serta current ratio sebelum dan sesudah krisis moneter 1997. Sedangkan hipotesis penelitian yang akan dibuktikan kebenarannya sebagai berikut: 1)Industri perbankan bank asing di Indonesia merupakan industri yang terkonsentrasi sehingga struktur pasarnya mengarah pada bentuk oligopoli; 2)Diduga struktur pasar yang terdiri dari pangsa pasar bank berdasarkan aset, pangsa pasar bank atas kredit yang diberikan, dan pangsa pasar bank atas dana pihak ketiga masing-masing memiliki hubungan dengan variabel kinerja yang diproksikan oleh ROA, rasio BOPO, serta current ratio; dan 3)Diduga terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja industri bank asing di Indonesia dilihat dari variabel ROA, BOPO, serta current ratio sebelum dan sesudah krisis moneter 1997.

Ruang lingkup penelitian adalah populasi bank asing yang eksis di Indonesia selama kurun waktu penelitian yakni tahun 1992 sampai dengan 2001 Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia, InfoBank, dan Ecofin Konsulindo, serta laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa. Data pendukung lain merupakan studi literatur dari instansi terkait. Alat analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Concentration Ratio dan Indeks Herfindahl yang selanjutnya akan dikaitkan dengan kriteria yang dikemukakan oleh J. S. Bain untuk menentukan struktur pasar kelompok bank asing nasional, uji korelasi dengan menggunakan Pearson Product Moment dan Spearman Test untuk melihat terdapat tidaknya hubungan antara struktur pasar dengan kinerja industri bank asing di Indonesia, serta Paired Sample t Test dan Wlcoxon Signed Rank untuk melihat apakah terdapat perbedaan kinerja industri bank asing sebelum dan sesudah krisis moneter 1997.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa concentration ratio atas 4 perusahaan terbesar (CR 4) didapat angka sebesar 66,15% dengan nilai IH sebesar 0,14968 yang menurut kriteria J. S. Bain berarti memiliki struktur pasar oligopoli tipe II atau oligopoli konsentrasi tinggi. Hasil uji korelasi pada a=5% (two tailed) menunjukkan bahwa CR 4 – Aset memiliki hubungan yang signifikan dengan ROA dengan koefisien korelasi sebesar negatif 0,693; CR 4 – KYD dan CR 4 – DPK masing-masing tidak memiliki hubungan yang nyata dengan ROA, antara CR 4 – Aset, CR 4 – KYD, dan CR 4 – DPK masing-masing juga tidak memiliki hubungan dengan BOPO, CR 4 – Aset dan CR 4 – KYD masing-masing memiliki hubungan yang signifikan dengan current ratio, dengan koefisien korelasi berturut-turut sebesar 0,745 dan 0,661; dan terakhir, CR 4 – DPK tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan current ratio. Hasil Paired sample t test dengan level of confidence yang sama (95%) memperlihatkan bahwa rata-rata ROA dan BOPO sebelum krisis moneter 1997 tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan rata-rata sesudahnya. Sedangkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank mengungkapkan bahwa rata-rata current ratio bank asing sebelum dan sesudah krisis moneter 1997 adalah berbeda secara nyata.

Dari hasil penelitian ini diajukan beberapa saran antara lain 1)Bagi bank asing lainnya dituntut dapat meningkatkan pangsa pasarnya sehingga tidak hanya terkonsentrasi pada bank-bank terbesar saja dalam kelompok bank asing; 2)Kehadiran bank asing dalam industri perbankan nasional diharapkan dapat melahirkan tekanan kompetisi yang akan mendorong kelompok bank umum lainnya untuk menerapkan strategi yang lebih baik dalam beroperasi. Dengan demikian akan tercipta efisiensi sistem perbankan nasional sehingga fungsi utama perbankan, yakni sebagai financial intermediary institution dapat tercapai. Diharapkan pula optimalisasi peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter dalam penciptaan iklim perbankan yang kondusif; dan 3)Penelitian ini diharapkan dapat memberi implikasi bagi penelitian berikutnya dengan memperhatikan dan memperbesar pemilihan sampel, dan variabel penelitian, serta memperluas rentang waktu pengamatannya. Juga dengan menelaah lebih lanjut konsep organisasi industri yang melibatkan perilaku (conduct) dalam industri perbankan nasional.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis