Penulis Utama : Lujeng
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Pengaruh faktor usia ukuran dan jenis industri terhadap aktivitas environmental scanning {Sebuah Studi Replikasi dan Perluasan Pengujian Model Mohan Neill (1995) Pada Perusahaan Manufaktur dan perusahaan jasa di Kota Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak.Ekonomi - 2005
Kolasi : xvii, 98 hal.: ilus., lamp., tab.
Sumber : UNS-Fak.Ekonomi NIM F0200006
Subyek : MANAJEMEN PERUSAHAAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini merupakan replikasi dan perluasan pegujian model Mohan Neill (1995). Permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah: pertama Adakah pengaruh yang positif antara faktor usia, ukuran dan jenis industri terhadap aktivitas Environmental Scanning,kedua, adakah perbedaan aktivitas Environmental Scanning yang dilakukan oleh perusahaan lama dan perusahaan baru, ketiga, adakah perbedaan aktivitas Environmental Scanning yang dilakukan oleh perusahaan kecil dan perusahaan besar, dan keempat, adakah perbedaan aktivitas Environmental Scanning yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa.

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan tekstil dan pakaian jadi yang terdaftar di DISPERINDAG &PM dan perusahaan angkutan daerah yang terdaftar di ORGANDA kota Surakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional sandom sampling dimana sampel diambil sesuai dengan proporsi dari masing-masing subpopulasi. Jumlah sampel yang terpilih untuk digunakan dalam penelitian adalah sebanyak 20 perusahaan tekstil/pakaian jadi dan 29 perusahaan jasa angkutan daerah di kota Surakarta. Untuk menguji hipotesis yang ajukan, penulis menggunakan uji regresi berganda, uji-t, dan One Way ANOVA.

Dari hasil uji terhadap hipotesis yang penulis ajukan, dapat dihasilkan bahwa hipotesis 1a yang menyatakan bahwa faktor usia berpengaruh positif terhadap aktivitas Environmental Scanning perusahaan didukung dalam penelitian ini (t =2,299, =0,026). Didukungnya hipotesis tersebut secara otomatis didukung pula hipotesis 1b yang menyatakan ada perbedaan aktivitas Environmental Scanning yang dilakukan oleh perusahaan lama dan perusahaan baru (F=4,688; =0,035). Didukungnya uji pengaruh faktor usia perusahaan terhadap aktivitas environmental sanning ini ternyata konsisten dengan hasil penelitian Mohan Neill (1995), akan tetapi kontradiksi dengan apa yang ditemukan oleh Stewart et al. (2000). Mohan Neill (1995) menyatakan bahwa usia (age) perusahaan berpengaruh positif pada frekuensi Environmental Scanning. Sedangkan hasil penelitian Stewart et al. (2000) menunjukkan bahwa usia tidak berpengaruh terhadap aktivitas Environmental Scanning. Perbedaan hasil ini mungkin disebabkan karena perlakuan pada variabel usia (Stewart et al, 2000). Dalam penelitian ini usia perusahaan diperlakukan sebagai variabel kategorik (categoric variable), seperti yang dilakukan oleh Mohan Neill (1995). Sedangkan dalam peneleitian Stewart et al. (2000) variabel usia diperlakukan bukan sebagai variabel kategorik, melainkan sebagai variabel kontinyu (continued variable).

Hipotesis 2a yang menyatakan bahwa faktor ukuran berpengaruh positif terhadap aktivitas Environmental Scanning tidak didukung dalam penelitian ini. (t=0,873,=0,388). Tidak dudukungya hipotesis tersebut, secara otomatis tidak didukung pula hipotesis 2b menyatakan ada perbedaan aktivitas Environmental Scanning yang dilakukan oleh perusahaan kecil dan perusahaan besar (F= 1,668, = 0,200). Tidak didukungnya hipotesis tersebut, ternyata tidak sesuai dengan berbagai teori dan penelitian terdahulu mengenai pengaruh ukuran terhadap aktivitas Environmental Scanning antara lain: Blau (Welsch et.al.: 2001) ,Trushman dan Romanellio (dalam Welsch et.al.: 2001), Groom dan David (dalam Rouibah, 2003), Correia dan Wilson (1997). Dari beberapa fakta dilapangan yang penulis temukan ternyata, kompleksitas organisasi perusahaan di Surakarta belum teratur. Sebagaimana yang diungkapkan oleh responden,ketika dilakukan wawancara dilapangan, mengatakan bahwa walaupun perusahaan mereka berskala besar, namun manajemen yang mereka jalankan adalah manajemen bisnis keluarga, sehingga kemampuan untuk mengatur perusahaan sebagai organisasi yang profesional mengalami kendala dari keluarga sebagai pemilik perusahaan.

Hipotesis 3a yang menyatakan bahwa faktor jenis industri berpengaruh positif terhadap aktivitas environmntal scanning tidak didukung dalam penelitian ini (t= -1, 540, = 0,131). Tidak didukungnya hipotesis tersebut, berarti ridak didukung pula hipotesis 3b yang menyatakan adanya perbedaan perbedaan aktivitas Environmental Scanning yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa (F= 2,146, = 0,150). Perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa ternyata lebih sering mengumpulkan jenis informasi lingkungan dekat daripada jenis informasi lingkungan jauh. Jenis informasi lingkungan dekat yang paling sering mereka pantau adalah perilaku/tingkah laku pelanggan. Dalam hal metode / cara mencari informasi yang sering digunakan, maka metode informal yaitu: membaca berita televisi, koran, majalah, buletin, dan publikasi merupakan metode yang paling favorit bila dibanding dengan metode yang lainnya.

Berdasarkan dari hasil penelitian di atas maka diajukan beberapa saran, pertama, diharapkan penelitian ke depan dilakukan pada perusahaan dagang pada semua level usaha, baik pada perusahaan kecil, menengah, maupun besar. Kedua, mengingat kecilnya pengaruh ketiga variabel bebas terhadap variabel terikat, maka penelitian ke depan dapat dilakukan dengan menggunakan faktor yang berkaitan langsung dengan aktivitas Environmental Scanning. Sebenarnya pendapat yang dikemukakkan oleh Correia & Wilson (2001) sangatlah menarik. Correia & Wilson (2001) menyatakan bahwa aktivitas Environmental Scanning dipengaruhi oleh: (1) Faktor Individual, yang terdidri atas: kesadaran akan informasi dan keterbukuaan informasi, dan: (2) Faktor organisasional, yang terdiri atas : suasana saat informasi didampaikan dan pembawaan terhadap informasi. Sebaiknya faktor-faktor tersebut dapat dikebangkan menjadi sebuah konstrak yang menarik dikaitkan dengan aktivitas Environmental Scanning. Ketiga, Perlunya mengkaitkan aktivitas Environmental Scanning dengan kinerja perusahaan, baik kinerja organisasional, kinerja finansial maupun kinerja pasar. Sehingga dapat terlihat peranan aktivitas Environmental Scanning terhadap kinerja perusahaan.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Mugi Harsono, SE, Msi.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis