Penulis Utama : Andriyani Dwi Setyowati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Analisis hubungan dan pengaruh leverage, dividen, laba terhadap return saham ( Kajian empiris perusahaan go publik di Indonesia 1992-2002)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Universitas Sebelas Maret - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0200021-2004
Subyek : BURSA EFEK
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Masalah yang hendak dicari jawabanya dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah leverage, dividen dan laba berhubungan dan berpengaruh signifikan terhadap return saham pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada periode 1992 hingga 2002, dan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara leverage, dividen, laba dan return pada masa sebelum krisis yaitu tahun 1992-1996 dengan masa setelah krisis yaitu tahun 2000-2002. Sehubungan dengan masalah tersebut diajukan hipotesis sebagai berikut, : leverage, dividen, dan laba pada masa sebelum krisis berhubungan signifikan terhadap return saham, : leverage, dividen, dan laba pada masa sebelum krisis berpengaruh signifikan terhadap return saham, H3: leverage, dividen, dan laba pada masa setelah krisis berhubungan signifikan terhadap return saham, H4: leverage, dividen, dan laba pada masa setelah krisis berpengaruh signifikan terhadap return saham, H5: terdapat perbedaan yang signifikan antara leverage, dividen, laba dan return pada masa sebelum krisis dengan masa setelah krisis.

Sejalan dengan masalah tersebut dan hipotesis penelitian maka penelitian ini dilaksanakan dengan metode purposive sampling, dimana telah ditetapkan kriteria pemilihan sampel yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berasal adalah perusahaan-perusahaan go publik yang tercatat pada Bursa Efek Jakarta pada tahun 1992 hingga 2002. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari Indonesian Capital Market Directory tahun 1992 hingga 2002, metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode pooled data. Periode waktu penelitian ini terbagi atas periode sebelum krisis yaitu tahun 1992-1996 dan periode setelah krisis yaitu tahun 2000-2002, sedangkan metode analisis data yang digunakan ialah metode statistik non parametrik dengan menggunakan uji korelasi Spearman dan uji beda dua rata-rata Mann-Whitney, dimana besarnya pengaruh dari variabel bebas terhadap return diukur berdasarkan besarnya R2 (koefisien determinasi).

Hasil analisis menunjukkan bahwa leverage yang diproksi berdasarkan debt to equity dan debt to asset ratio tidak berpengaruh terhadap return saham baik pada masa sebelum krisis maupun sesudah krisis. Pada masa sebelum krisis probabilitas yang dihasilkan adalah 0,814 dan koefisien korelasi sebesar 0,025, pada masa setelah krisis probabilitas yang dihasilkan adalah 0,347 dan koefisien korelasi –0,131. Dividen yang diukur berdasarkan DPS, memiliki hubungan signifikan dengan return saham baik pada masa sebelum krisis maupun setelah krisis. Dengan tingkat kesalahan maksimal 10%, dividen pada masa sebelum krisis menghasilkan probabilitas sebesar 0,059 dan koefisien korelasi sebesar 0,200. Koefisien determinasi ( ) yang dihasilkan adalah 0,04, berarti 4% dari return dipengaruhi oleh dividen. Pada masa setelah krisis dividen memiliki probabilitas sebesar 0,087, koefisien korelasi 0,235 dan koefisien determinasi ( ) 0,055, yang artinya 5,5% dari return dipengaruhi oleh dividen. Laba pada masa sebelum krisis maupun setelah krisis juga berpengaruh signifikan terhadap return. Sebelum krisis, dengan alpha 5%. probabilitas yang dihasilkan adalah 0,003, koefisien korelasi 0,309 dan koefisien determinasi ( ) 0,096, artinya sebesar 9,6% dari return dipengaruhi oleh laba. Pada masa setelah krisis, dengan alpha 10%, dihasilkan probabilitas sebesar 0,056, koefisien korelasi 0,261 dan koefisien determinasi 0,068, artinya 6,8% return dipengaruhi oleh laba. Sedangkan uji beda dua rata-rata diperoleh hasil bahwa hanya variabel return yang memiliki perbedaan yang signifikan antara return sebelum dengan sesudah krisis, dengan probabilitas sebesar 0,013 dan Z hitung –2,478. Debt to equity memiliki probabilitas sebesar 0,622 dan Z hitung –0,493, debt to equity probabilitasnya 0,573 dan Z hitung –0,563. Laba memiliki probabilitas 0,993 dan Z hitung –0,008. Dividen memiliki probabilitas sebesar 0,326 dan Z hitung –0,981.

Dari bukti-bukti diatas dapat disimpulkan bahwa leverage yang diproksi berdasarkan debt to equity dan debt to asset tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dividen baik pada masa sebelum dan sesudah krisis berpengaruh positif terhadap return saham, artinya semakin besar dividen maka return semakin besar. Laba pada periode sebelum dan sesudah krisis juga berpengaruh positif terhadap return saham, sehingga semakin besar laba maka return semakin besar. Berdasarkan uji beda dua rata-rata, hanya return saja yang memiliki perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah krisis, sedangkan debt to equity, debt to asset, laba dan dividen tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka diajukan saran agar pelaku pasar modal lebih memfokuskan pada besarnya dividen dan laba dalam menentukan besarnya return, karena besarnya hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap return, sehingga jumlah hutang yang tinggi tidak selalu berdampak negatif terhadap return. Investor juga disarankan untuk memperhatikan besarnya laba dan dividen yang diberikan perusahaan, karena berdasarkan penelitian dividen dan laba berhubungan positif dengan return sehingga semakin besar dividen dan laba maka return akan semakin besar.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis