Penulis Utama : Erna Indriasari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Penyelesaian kredit bermasalah dalam perjanjian kredit dengan jaminan fidusia pada perusahaan daerah BPR bank pasar kabupaten Karanganyar
Edisi :
Imprint : Surakarta - Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana UNS - 2005
Kolasi : xiv, 133 hal.: ilus.; tab.; lamp.; 30 cm
Sumber : UNS-Program Pascasarjana NIM. S 3103004-2005
Subyek : KREDIT
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Erna Indriasari, S3103004, 2005. Penyelesaian Kredit Bermasalah Dalam Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Fidusia Pada Perusahaan Daerah BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa bisa terjadi kredit bermasalah dengan jaminan fidusia yang meliputi faktor penyebab terjadinya kredit bermasalah, upaya apa saja yang ditempuh dan kendala yang dihadapi oleh Perusahaan Daerah BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar dalam menyelesaikan kasus kredit bermasalah. Penelitian ini termasuk penelitian hukum non-doktrinal yang mengambil lokasi di Kabupaten Karanganyar. Jenis data yang dipergunakan adalah data primer yang didapat langsung dari lapangan khususnya di Perusahaan Daerah BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar dengan cara wawancara langsung dengan pihak terkait yang memiliki informasi dengan masalah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Kesimpulan penelitian adalah penyebab kredit bermasalah di Perusahaan Daerah BPR Bank Pasar Kabupaten Karanganyar dapat terjadi karena dua faktor, yaitu faktor intern yang disebabkan oleh pihak bank sendiri yaitu karena kurang pengawasan dan kurang tepatnya di dalam menyalurkan kredit, sedangkan faktor kedua yaitu faktor ekstern yaitu karena perubahan kondisi ekonomi dan perdagangan dan perubahan teknologi. Dalam upaya penyelesaian masalah kredit bermasalah ini pihak bank melakukan tindakan preventif dan represif. Tindakan preventif dengan cara pengawasan terhadap kelancaran suatu kredit yang diberikan, mengadakan pembinaan terhadap usaha debitur agar kredit berjalan lancar dan pengikatan jaminan kredit dengan jaminan.Tindakan represif adalah pertama dengan cara perdamaian yaitu penundaan waktu dan keringanan suku bunga dan angsuran, kedua, penjualan barang jaminan yang dilakukan dengan cara damai atau penjualan barang jaminan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku menurut hukum. Kendala yang dihadapi oleh pihak bank adalah sulit mengajak debitur untuk dapat bekerjasama dengan baik. Untuk debitur yang tidak mempunyai itikad baik maka pihak bank akan menyerahkan segala penyelesaian kredit bermasalah kepada pihak yang berwenang yaitu kepada Pengadilan Negeri atau KP2LN.
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. H. Setiono, SH., MS.
2. Ambar Budhi S., SH., M.Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana