Penulis Utama : Sulistya Ekawati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Aspek sosial dan budaya proses terbangunnya hutan rakyat swadaya studi kasus di desa sumberejo, kecamatan Batuwarno, kabupaten Wonogiri
Edisi :
Imprint : Surakarta - Program Studi Penyuluhan Pembangunan, Program Pasc - 2005
Kolasi : xvi, 145 hal.: ilus.; tab.; lamp.; 30 cm
Sumber : UNS-Program Pascasarjana NIM. S 6303010-2005
Subyek : PEMBANGUNAN HUTAN RAKYAT
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Sulistya Ekawati. S6303010.2006. Aspek Sosial dan Budaya Proses Terbangunnya Hutan Rakyat Swadaya ( Studi Kasus di Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri). Tesis : Program Studi Penyuluhan Pembangunan Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek sosial yang membangun keswadayaan masyarakat dalam pembuatan hutan rakyat, proses terbangunnya hutan rakyat swadaya dan manfaat yang dirasakan masyarakat dengan adanya hutan rakyat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dasar (basic reaserach). Strategi penelitian dasar yang digunakan adalah studi kasus tunggal. Teknik pengampilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sebagai sumber data adalah dokumen dari instansi terkait dan informan yang terdiri dari penyuluh, petani hutan rakyat dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, mengkaji dokumen dan diskusi kelompok. Selanjutnya untuk menjamin dan mengembangkan validitas data dilakukan dengan teknik trianggulasi. Setelah dilakukan analisis diperoleh kesimpulan bahwa aspek sosial yang berperan penting dalam membangun keswadayaan masyarakat dalam pembuatan hutan rakyat swadaya adalah kerjasama, kepemimpinan dan tujuan sosial. Aspek sosial tersebut sangat dipengaruhi oleh aspek budaya seperti nilai, kepercayaan dan adaptasi masyarakat setempat terhadap lingkungannya. Kerjasama tersebut dilakukan dengan sistem gotong-royong dan tolong-menolong. Gotong royong dilakukan masyarakat dalam pembuatan kebun bibit desa (KBD). Tolong-menolong dilakukan masyarakat Desa Sumberejo dalam hal pembersihan lahan, pembuatan lubang tanam dan penanaman. Bibit cabutan dan pupuk kandang juga diperoleh masyarakat melalui sIstem ini. Kepemimpinan yang membangun keswadayaan masyarakat dalam pembuatan hutan rakyat merupakan tipe kepemimpinan hukum rasional yang kharismatis, dengan gaya kepemimpinan yang partsipatif. Pembangunan hutan rakyat swadaya di Desa Sumberejo tidak lepas dari pengaruh tujuan sosial (social goal) yang ingin dicapai oleh seluruh masyarakat desa Sumberejo sebagai suatu kelompok sosial yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penanaman kayu-kayuan. Tujuan sosial akan lebih mudah dicapai apabila anggotanya bekerjasama. Kerjasama dalam bentuk gotong royong dan tolong menolong dipengaruhi oleh nilai-nilai dan kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat setempat. Kepercayaan dan nilai-nilai yang ada menimbulkan perasaan solidaritas sosial yang kuat di masyarakat untuk bersatu bekerjasama mengerjakan suatu pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum.Selain itu terbangunnya hutan rakyat swadaya di Desa Sumberejo juga merupakan proses adaptasi masyarakat terhadap lingkungannya secara aloplastis dan autoplastis. Proses terbangunnya hutan rakyat swadaya di Desa Sumberejo dimulai dari beberapa proyek yang bersifat top down, tetapi tidak berhasil karena kurangnya partisipasi masyarakat. Pembangunan hutan rakyat swadaya tersebut diawali oleh innovator, early adopter, early mayority dan kemudian diikuti oleh seluruh masyarakat desa. Hutan rakyat memberi banyak manfaat bagi masyarakat, yaitu manfaat ekonomis, social dan ekologis. Manfaat yang dirasakan dari hutan rakyat mendorong petani lain untuk ikut menanam tanaman kayu-kayuan di lahan miliknya dan menjaga kelestarian hutan rakyatnya.
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Prof. Ir. Djiwandi
2. Dr. Suyatno Kartodirdjo
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana