Penulis Utama : Scholastica Wulandari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2003
Judul : Pemakaian bahasa wanita di surakarta dalam perperspektif gender Gender
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2003
Kolasi : xi, 92 hal.
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0298052
Subyek : BAHASA-TINDAK TUTUR
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui karakteristik pemakaian bahasa wanita, (2) Mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur yang digunakan wanita, dan (3) Menjelaskan maksud dan fungsi tindak tutur yang digunakan wanita.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif, yang digunakan untuk menguraikan karakteristik pemakaian bahasa wanita dan tindak tutur yang digunakan wanita beserta fungsinya yang terdapat dalam data. Data diambil dari sumber lisan dan tertulis yang berupa tuturan wanita dalam berbagai bidang kegiatan.

Hasil analisis memperlihatkan bahwa pemakaian bahasa wanita, sangat dipengaruhi oleh stereotip yang melekat pada mereka, sejak mereka dilahirkan. Wanita menggunakan gaya bahasa repetisi untuk menekankan makna yang ingin mereka sampaikan dan digunakan karena adanya keraguan terhadap hal yang ingin mereka sampaikan, hiperbola digunakan dalam melebih-lebihkan informasi, eufemisme digunakan untuk memperhalus tuturan, erotesis atau pertanyaan retoris sering digunakan wanita karena wanita tidak percaya diri yang sekaligus digunakan sebagai strategi bernegosiasi. Campur kode dan alih kode digunakan untuk menunjukkan keakraban karena pada dasarnya wanita sangat mudah bersosialisasi apabila merasa dekat. Selain itu, wanita mulai mengadopsi kebiasaan pria saat mengumpat (swearing) walaupun bentuk umpatan yang digunakan masih lebih sopan. Satu hal yang menonjol adalah adanya kenyataan bahwa wanita lebih banyak menggunakan bentuk tindak tutur tidak langsung untuk menyatakan keinginan, pendapat, dan harapan.

Wanita sebagai salah satu kelompok sosial merupakan kelompok sosial yang bisa dikatakan memiliki kekhususan. Hal ini antara lain disebabkan oleh adanya kenyataan bahwa kelompok ini tidak hidup dalam suatu lokasi hunian tertentu, tidak memiliki identitas subkultur tertentu yang diterima secara utuh oleh semua anggota dengan kesadaran kelompok tertentu sebagai identitas kelompok. Penelitian dengan perspektif gender seperti ini sangat menarik untuk dilakukan.
File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs. Dwi Purnanto, M.Hum.
2. Prof. Dr. Kunardi Hardjoprawiro, M. Pd.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa