Penulis Utama : H. Kris Budiyono
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Pembelajaran puisi berdasarkan kurikulum 2004 standar kompetensi
Edisi :
Imprint : Surakarta - Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program - 2006
Kolasi : xvii, 250 hal.: ilus.; tab.; lamp.; 30 cm
Sumber : UNS-Program Pascasarjana NIM. S 8404006-2006
Subyek : PUISI-PEMBELAJARAN
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : H. Kris Budiyono, S8404006. Pembelajaran Puisi Berdasarkan Kurikulum 2004 Standar Kompetensi (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Sukoharjo). Tesis. Surakata: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret , Januari 2006. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran puisi di SMP Negeri 1 Sukoharjo berdasarkan kurikulum 2004. Fokus penelitian ini mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran puisi yang meliputi: persepsi guru terhadap kurikulum 2004, perencanaan pembelajaran puisi, pelaksanaan pembelajaran puisi, kendala-kendala dalam pembelajaran puisi, dan upaya-upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala pembelajaran puisi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus (kualitatif) yang mengambil lokasi di SMP Negeri 1 Sukoharjo, kabupaten Sukoharjo. Oleh karena itu, teknik cuplikan penelitian menggunakan purposive sampling dengan memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalah secara mendalam dan dapat dipercaya sebagai sumber data yang mantap. Sumber data diperoleh dari informan, peristiwa, dan dokumen. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, guru bahasa dan sastra Indonesia, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan mencatat dokumen. Teknik wawancara mendalam digunakan untuk menggali informasi dari informan karena peneliti merasa tidak tahu tentang objek yang diteliti. Observasi digunakan untuk memperoleh data-data dari proses pelaksanaan pembelajaran puisi di kelas dan latar yang dijadikan kegiatan pembelajaran, sedangkan untuk mendapatkan data-data dari dokumen digunakan metode analisis dokumen. Dokumen yang dianalisis meliputi kurikulum 2004, silabus, rencana pembelajaran, buku nilai, dan buku agenda mengajar. Data-data yang terkumpul dianalisis dengan analisis model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan serta verifikasi. Reduksi data adalah bagian dari proses analisis yang mempertegas, memperpendek, dan membuang hal-hal yang tidak penting sehingga simpulan penelitian dapat dilaksanakan. Sajian data merupakan deskripsi dalam bentuk narasi yang disusun secara logis dan sistematis sehingga mudah dipahami. Simpulan merupakan hasil akhir dari reduksi data dan sajian data. Simpulan penelitian perlu diverifikasi agar mantap dan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sementara itu, pengujian validitas data dilakukan dengan cara triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk pengecekan terhadap data itu. Teknik triangulasi yang digunakan penelitian ini adalah triangulasi sumber data dan triangulasi pengumpulan data. Temuan penelitian di lapangan antara lain: persepsi guru bahasa dan sastra Indonesia terhadap kurikulum 2004 cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari kelengkapan perencanaan pembelajaran yang disiapkan dan pelaksanaan pembelajaran puisi yang sudah sesuai dengan rencana yang digunakan. Perencanaan pembelajaran puisi yang dilakukan oleh guru berpedoman pada perangkat pembelajaran yang dibuat oleh MGMP tingkat kabupaten. Pelaksanaan pembelajaran puisi belum sepenuhnya mengarah pada aspek apresiasi karena masih didominasi tentang teori puisi, misalnya ciri-ciri puisi, nama pengarang dan karyanya, berasal dari angkatan mana, dll. Pelaksanaan pembelajaran puisi dilaksanakan secara terpadu dengan beberapa aspek keterampilan berbahasa. Dalam pelaksanaan pembelajaran puisi di SMP Negeri 1 Sukoharjo terdapat kendala-kendala, antara lain: terbatasnya waktu yang tersedia, minimnya sarana dan prasarana, partisipasi dan kreativitas siswa yang rendah (siswa jarang bertanya, tidak berani membaca puisi di depan kelas, kesulitan mencari makna puisi, dll.) , guru dalam mengajar masih mendominasi dengan metode ceramah, serta sistem penilaian yang dilaksanakan yang masih menekankan aspek kognitif, dan upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala pembelajaran puisi adalah dengan memberikan bimbingan apresiasi puisi di luar jam pelajaran, mengarahkan kepada siswa untuk membaca berbagai buku tentang teori dan apresiasi puisi, membaca puisi dari majalah atau koran baik di perpustakaan maupun di tempat-tempat lain, serta memanfaatkan forum MGMP baik di tingkat sekolah maupun kabupaten dalam usaha meningkatkan kompetensi guru di bidang pembelajaran puisi. Hasil penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan persepsi guru bahasa dan sastra Indonesia di SMP Negeri 1 Sukoharjo terhadap kurikulum yang digunakan, peningkatan kompetensi dalam pembelajaran puisi, pengetahuan guru tentang teori dan apresiasi puisi, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan motivasi dan kreativitas siswa, dan evaluasi yang mengarah pada kemampuan apresiasi siswa. Dengan peningkatan hal-hal di atas, diharapkan guru dapat melaksanakan pembelajaran puisi yang apresiatif sehingga para siswa memiliki kemampuan apresiasi yang tinggi terhadap puisi. Dengan demikian, tujuan pembelajaran yang diamanatkan di dalam kurikulum 2004 dapat tercapai dengan baik.
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Sri Yutmini, M.Pd.
2. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana