Penulis Utama : Suryandari I
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Analisis interdependensi kepemilikan manajerial, kebijakan hutang, kebijakan dividen dan kepemilikan institusional dalam teori keagenan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2006
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0202112
Subyek : MANAJEMEN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Masalah utama yang hendak dibuktikan dalam penelitian ini  adalah untuk mengetahui ada tidaknya interdependensi (saling ketergantungan) antara kepemilikan manajerial kebijakan hutang, kebijakan dividen dan kepemilikan institusional dalam persepsi teori keagenan. Kepemilikan manajerial dapat dilihat dari Managerial Ownership (MOWN), kebijakan hutang dapat dilihat dengan Long Debt to Total Asset (DEBT), kebijakan dividen dapat dilihat dengan Dividen Payout Ratio (DIV) dan kepemilikan institusional dapat dilihat dari Institusional Ownership (INST). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan hubungan yang terjadi antara MOWN, DEBT, DIV dan INST. Dari penelitian ini didapatkan empat hipotesis pokok yaitu : (1) DEBT, DIV dan INST memiliki hubungan negatif terhadap MOWN; (2) MOWN, DIV dan INST memiliki hubungan negatif terhadap DIV; (3) MOWN, DEBT dan INST memiliki hubungan negatif terhadap DIV; (4) MOWN, DEBT dan DIV memiliki hubungan positif terhadap INST.

Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan yang terdaftar di BEJ tahun 2000-2004 kecuali bidang usaha perbankan dan finansial. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel. Sampel yang digunakan adalah penggabungan atau pooling data, yaitu gabungan antara time series dan cross sectional. Model persamaan dalam penelitian ini adalah model persamaan simultan, sehingga alat analisis yang digunakan adalah 2SLS (2 Stage Least Square), yaitu kuadrat terkecil dengan 2 tahap yang merupakan metode persamaan tunggal dengan adanya korelasi antara variabel gangguan dan variabel bebas.

Dari hasil uji dengan teknik 2SLS didapatkan hasil sebagai berikut (1) DEBT dan INST memiliki berpengaruh dan memiliki hubungan negatif dengan MOWN, namun DIV memiliki hubungan positif dengan MOWN (2) MOWN, DIV dan INST terbukti  berpengaruh dan memiliki hubungan negatif dengan DEBT (3) DEBT  berpengaruh dan memiliki hubungan negatif terhadap DIV, sedangkan MOWN dan INST berpengaruh namun memiliki hubungan positif dengan DIV (4) MOWN dan DEBT berpengaruh dan  memiliki hubungan negatif dengan INST, tetapi DIV tidak berpengaruh terhadap INST.

Selain itu didapatkan hasil hubungan variabel eksogen terhadap variabel endogen sebagai berikut : (1) RISK dan INVEST berpengaruh dan  menunjukkan hubungan negatif dengan MOWN (2) RISK berpengaruh dan berhubungan positif dengan DEBT, sedangkan ROA berpengaruh dan berhubungan negatif dengan DEBT dan FIXED tidak berpengaruh terhadap DEBT (3) RISK dan INVEST berpengaruh dan menunjukkan hubungan positif dengan DIV, sedangkan ROA menunjukkan hubungan negatif dengan DIV dan GROWTH tidak berpengaruh terhadap DIV dan (4) ROA  berpengaruh dan menunjukkan hubungan negatif terhadap INST sedangkan SIZE dan BETA tidak berpengaruh terhadap INST.

Dari bukti-bukti tersebut dapat disimpulkan bahwa MOWN dan DEBT adalah negatif secara dua arah, hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan sikap manajer di Indonesia adalah risk averse, hal ini juga ditunjukkan dari hubungan risiko terhadap MOWN. Sedangkan hubungan DIV terhadap MOWN positif, hal ini menunjukkan bahwa manajer di Indonesia masih cenderung tertarik untuk menanamkan sahamnya saat dividen tinggi. INST terhadap MOWN menunjukkan bahwa pemonitoran oleh invetor institusional akan mengurangi kepemilikan saham oleh manajer. Hubungan pengaruh yang terjadi antara DEBT dan DIV adalah negatif secara dua arah, hal ini menunjukkan hubungan substitusi kebijakan hutang dan kebijakan dividen dalam struktur modal perusahaan. INST mempunyai pengaruh negatif terhadap DEBT hal ini menunjukkan bahwa investor institusional memonitor penggunaan hutang yang dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya financial distress dan risiko kebangkrutan. MOWN  dan INST mempunyai pengaruh hubungan positif dengan DIV. Hal ini mengisyaratkan bahwa manajer dan lembaga atau institusi di Indonesia masih melihat dividen sebagai keuntungan yang diperoleh dari penanaman modalnya (bird in hand theory). DEBT mempunyai pengaruh hubungan negatif terhadap INST, ini menunjukkan bahwa investor institusional masih memikirkan adanya risiko dengan penggunaan hutang tinggi oleh perusahaan sehingga dengan kenaikan hutang menyebabkan penurunan kepemilikan saham oleh institusional. Sedangkan DIV menunjukkan hubungan yang tidak signifikan terhadap INST sehingga kebijakan dividen di Indonesia tidak mempengaruhi institusional investor dalam melakukan investasi kepada sebuah perusahaan.

Dari sisi hubungan dengan variabel eksogen dapat dilihat bahwa kecenderungan manajer di Indonesia melihat investasi dari bonafit tidaknya perusahaan, serta investasi yang dilakukan perusahaan. Sedangkan dalam pendanaan perusahaan dengan hutang, perusahaan cenderung mengambil hutang tinggi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan cenderung mengambil hutang yang rendah saat perusahaan mendapat banyak keuntungan. Dalam kebijakan pembayaran dividen, perusahaan akan lebih cenderung menggunakan strategi signaling untuk menarik investor. Sedangkan ROA berpengaruh negatif terhadap INST, hal ini mengindikasikan bahwa kebanyakan kepemilikan institusional di Indonesia kebanyakan dimiliki oleh “perusahaan keluarga” dimana pemilik merangkap pengelola, sehingga apabila keuntungan yang didapat oleh perusahaan berkurang yang menyebabkan penjualan saham oleh pemilik publik, maka untuk mempertahankan harga saham maka mau tidak mau institusi membeli saham tersebut, sehingga kepemilikan oleh institusional semakin bertambah. Begitu pula dengan size dan beta tidak berpengaruh terhadap INST kemungkinan disebabkan adanya pengaruh dari “perusahaan keluarga” tersebut.

            Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka diajukan saran-saran sebagai berikut : 1) Bagi pemegang saham di Indonesia hendaknya memperbolehkan adanya kepemilikan manajerial untuk mengurangi biaya keangenan, karena telah terbukti bahwa kepemilikan manajerial dapat bersubstitusi dengan kebijakan hutang dan kepemilikan institusional dalam mengurangi biaya keagenan; 2) perusahaan hendaknya masih membagikan dividen walaupun perusahaan melakukan investasi karena kecenderungan investor di Indonesia masih cenderung lebih senang menerima dividen daripada menggunakan keuntungan untuk investasi (penganut bird in hand theory); 3) pembuatan keputusan yang bijaksana antara hutang dan dividen (faktor internal) untuk menekan biaya keagenan.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs. Heru Agustanto SE, ME
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis