Penulis Utama : Wahyu Deny Kristanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Variasi tingkat ketebalan chorion artemia fransiscana setelah pemberian berbagai konsentrasi silase ikan
Edisi :
Imprint : Surakarta - FMIPA - 2006
Kolasi : xiii, 74 hal.: ilus., lamp., tab.
Sumber : UNS-FMIPA NIM.M0401050
Subyek : CHORION
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Artemia merupakan salah satu pakan alami yang diberikan pada budi daya udang windu (Penaeus monodon) pada tahap post larva karena memiliki keunggulan antara lain: mudah dibudidayakan, mempunyai kandungan nutrisi yang cukup, mudah beradaptasi dalam berbagai lngkungan. Dalam kondisi lingkungan yang ekstrim, Artemia akan membentuk lapisan chorion bagi embrionya dan lapisan chorion dapat semakin tebal apabila kondisi lingkungan semakin ekstrim. Dengan pemberian nutrisi yang cukup bagi induk Artemia yang mencukupi kebutuhan tubuh induk dapat menyebabkan pembentukan lapisan chorion menjadi lebih tipis. Dengan lapisan chorion yang semakin tipis maka derajat penetaasan kista Artemia dapat lebih tinggi. Silase ikan merupakan salah satu pakan yang dapat memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan Artemia apabila dibandingkan dengan bungkil kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik silase ikan yang digunakan sebagai pakan pada Artemia untuk mendapatkan ketebalan chorion yang paling tipis.

Pada penelitian ini digunakan 5 perlakuan yaitu: pemberian pakan bungkil kelapa sebagai kontrol, silase ikan dengan konsentrasi masing-masing 10 mg l-1, 20 mg l-1, 30 mg l-1, 40 mg l- . Pakan diberikan pada Artemia sebanyak dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Pakan diberikan selama 30 hari dari awal pemeliharaan nauplius sampai masa bertelur. Pada saat masa reproduksi yaitu hari ke-19, suplai oksigen akan diperkecil dan salinitas ditingkatkan untuk merangsang reproduksi ovipar dan terbentuk kista. Pada hari ke-30 dilakukan pengambilan sampel kista dan dilakukan pengukuran diameter kista sebelum dan sesudah dekapsulasi. Ketebalan chorion didapatkan dari selisih diameter sebalum dekapsulasi dengan diameter dekapsulasi, kemudian hasilnya dibagi dua.

Dari hasil penelitian, ketebalan chorion yang paling tipis didapatkan pada perlakuan dengan pakan silase ikan konsentrasi 30 mg l-1, yaitu sebesar 3,28 μm. Sedangkan pada konsentrasi 40 mg l-1, ketebalan chorion menjadi naik lagi yaitu sebesar 5,62 μm.
File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dra. Noor Soesanti H
2. Ir. Ahmad Fairus Mai Soni, M.Sc
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. MIPA