Penulis Utama : Muhammad Sultan Arif Pandame Harahap
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Surat kabar “suara bengawan” sebagai pers lokal di surakarta tahun 1986-1992
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Sastra - 2006
Kolasi : xii, 111 hal.: ilus.
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0500044
Subyek : SURAT KABAR
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Dalam penelitian yang berjudul Surat Kabar ”Suara Bengawan” Sebagai Pers Lokal Di Surakarta Tahun 1986-1992 membahas mengenai 1) Sejarah kemunculan suratkabar Suara Bengawan. 2) Suara Bengawan sebagai pers lokal di Surakarta. 3) Keberadaan suratkabar Suara Bengawan.

Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Dalam metode sejarah ini digunakan beberapa tahapan antara lain tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tahap heuristik adalah mengumpulkan jejak-jejak masa lalu untuk mendapatkan sumber primer khususnya sumber tertulis baik arsip maupun hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan kritik intern dan ekstern. Tahap selanjutnya adalah interpretasi yaitu penafsiran terhadap data-data yang diperoleh dan hasil-hasil yang telah dianalisa.

Dengan menggunakan metode sejarah dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Suara Bengawan terbit untuk menepis anggapan bahwa kota Surakarta adalah kota kuburan koran. Suara Bengawan terbit sebagai pers lokal di Surakarta tahun 1986 atas prakarsa seorang tokoh wartawan yang juga merupakan tokoh PWI cabang Surakarta, yaitu H.S. Soemaryono.Surat kabar Suara Bengawan diterbitkan sebagai harian umum agar tidak hanya dibaca masyarakat kota saja, tetapi diharapkan mampu diterima oleh seluruh masyarakat dan diharapkan mampu berkembang seperti surat kabar yang berskala nasional.

Untuk meningkatkan mutu penulisan berita, dan memenuhi minat pembaca yang beraneka ragam maka tahun 1987 Suara Bengawan mengeluarkan edisi tambahan yang terbit seminggu sekali yaitu mingguan Berita Pesantren. Suara Bengawan bekerja sama dengan pesantren yang berada di Surakarta hingga Jawa Timur. Setelah bekerja sama dengan pondok pesantren, Suara Bengawan juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Surakarta dan mulai menerbitkan Tri Krida utama. Tri Krida Utama diharapkan mampu berperan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Dalam distribusinya Suara bengawan menggunakan agen koran sebagai mitra. Sejak tahun 1987 Suara Bengawan telah berperan sebagai media komunikasi dan turut mencerdaskan bangsa dengan berbagai informasi yang tersaji. Tahun 1992, Suara Bengawan mengalami kemunduran karena faktor modal dan distribusi surat kabar yang tidak lancar sehingga pembaca merasa dirugikan karena tidak menerima koran tepat waktu. Karena tidak mampu lagi mengatasi krisis ini, tahun 1992 seluruh proses produksi Suara Bengawan dibekukan.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa