Penulis Utama : Iwan Prasetyo
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Proses perijinan di kawasan berikat pada kantor pelayanan bea dan cukai tipe B Jogyakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2006
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F3103021
Subyek : BEA DAN CUKAI
Jenis Dokumen :
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran yang jelas mengenai proses permohonan ijin di Kawaan Berikat pada Kantor pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Jogyakarta, serta hambatan-hambatan seorang pengusaha dalam mengajukan permohonan tersebut. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses permohonan ijin di kawasan berikat di masa yang akan mendatang agar dapat dilaksanakan lebih baik lagi.

Penelitian yang dilakukan di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Jogyakarta bersifat deskriptif analitik, yaitu mengambil suatu obyek tertentu untuk dianalisis secara mendalam dan menfokuskan pada satu masalah. Data yang di gunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan kepala dan staf/karyawan Kawasan Berikat di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Jogyakarta, sedangkan data sekunder diperoleh dari Keputusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai No. KEP-63/BC/1997 tanggal 25 juli 1997 tentang Kawasan Berikat, maupun sumber bacaan lain yaitu brosur-brosur tentang Kawasan Berikat.

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses perijinan di kawasan berikat tidaklah terlalu rumit, apabila pengusaha tersebut tahu atau telah menyediakan keperluan-keperluan yang di butuhkan dalam permohonan ijin di kawasan berikat seperti copi surat persetujuan usaha industri, copi akte pendirian (PT, Koperasi, atau Yayasan), copi bukti kepemilikan atau penguasaan bangunan/tempat/kawasan yang memiliki batas-batas (pagar pemisah) yang jelas, dan peta/tempat yang akan dijadikan Kawasan Berikat. Hambatan yang timbul dari perijinan tersebut adalah kurang kelengkapnya surat-surat permohonan, karena pengusaha hanya tahu prosedur atau tatacara dalam permohonan ijin di kawasan berikat saja, tetapi tidak mengetahui bahwa dikawasan Jogyakarta sendiri tidak memiliki kawasan industri sehingga pengusaha tidak bisa mendirikan bangunan berikat seenaknya. Dengan demikian pengusaha diwajibkan untuk meminta surat perijinan atau tembusan dari Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Semarang untuk membuat kawasan industri sendiri, sehingga dari proses tersebut akan memerlukan waktu yang lama.

Saran yang dapat diajaukan adalah sebaiknya sebelum mengajukan surat-surat permohonan ijin di kawasan berikat, pengusaha terlebih dahulu mengurus perijinan pendirian kawasan industri pada Kepala Wilayah Daerah Semarang. Sehingga proses permohonan ijin di Kawasan berikat akan selesai lebih cepat.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Nurul Istiqomah, SE, M. Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis