Penulis Utama : Riya Dini Triangga Dewi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Pelaksanaan pembuktian terhadap perkara tindak pidana penodaan agama di Pengadilan Negeri Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Hukum - 2007
Kolasi : xii, 51 hal.
Sumber : UNS-Fak. Hukum NIM.E0003288-2007
Subyek : TINDAK PIDANA PENODAAN AGAMA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses-proses dalam pembuktian perkara tindak pidana penodaan agama yang diatur dalam Pasal 183, 184 ayat 1 KUHAP dan mengetahui kendala-kendalanya sehingga dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa terdakwa bersalah dan pantas menerima hukuman yang sesuai dengan Undang-undang.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan apabila dilihat dari tujuannya termasuk penelitian hukum empiris. Lokasi penelitian adalah di Pengadilan Negeri Surakarta. Jenis data yang digunakan meliputi data primer (berupa keputusan hakim) dan sekunder (literatur). Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu melalui wawancara dan studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan interaktif.Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa proses pembuktian terhadap tindak pidana penodaan agama seperti di bawah ini : 1. Pelaksanaan pembuktian terhadap tindak pidana penodaan agama di Pengadilan Negeri Surakarta berpegang pada Pasal 183, 184 ayat 1 KUHAP yaitu dengan menggunakan alat-alat bukti yang sah menurut Undang-Undang. Dalam pelaksanaan pembuktian perlu didapat alat-alat bukti yang kuat dan telah diatur dalam Undang-undang. Pasal 183 KUHAP dan Pasal 184 ayat (1) telah disebutkan secara rinci atau “limitatif” alat-alat bukti yang sah menurut undang-undang yaitu : Keterangan saksi, Keterangan ahli, surat, Petunjuk, Keterangan terdakwa. Proses pembuktian dengan menghadirkan saksi melalui beberapa tahap meliputi pengucapan sumpah, saksi mengetahui sendiri peristiwa tersebut, keterangan diberikan tidak hanya dua orang saksi tetapi harus lebih, dan keterangan antar saksi saling mendukung dan tidak berdiri sendiri. Saksi ahli juga dimintai keterangan. Syarat menjadi saksi ahli adalah orang yang mengetahui, memahami tentang permasalahan tersebut dan ditunjuk oleh Pengadilan Negeri. 2. Kendala-kendala dalam pembuktian adalah saksi tidak semuanya memahami dan mendalami agama, saksi ahli yang ditunjuk hanya 1 (satu agama) saja, hakim harus ekstra hati-hati dalam mencermati keterangan saksi yang berpengaruh terhadap keputusan akhir dan bukti-bukti tertulis yang disertakan oleh saksi ahli Implikasi teoritis penelitian ini adalah pembuktian terhadap tindak pidana penodaan agama dengan alat bukti yang sah menurut undang-undang, sedangkan implikasi praktis sebagai acuan bagi para mediator, dan nara sumber agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan apalagi yang bersifat penafsiran pribadi agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Edy Herdyanto, SH. MH.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Hukum